Text
STUDI PENGARUH PENAMBAHAN SURFAKTAN ANIONIK TERHADAP PERUBAHAN KETERBASAHAN BATU PASIR DENGAN KOMBINASI CAMPURAN CLAY KAOLINITE DAN MONTMORILLONIT MENGGUNAKAN METODE IMBIBISI SPONTAN
Eksplorasi dan produksi migas memerlukan teknik yang efisien untuk meningkatkan perolehan minyak dari reservoir. Salah satu faktor yang memperngaruhi efisiensi perolehan minyak adalah keterbasahan batuan reservoir. Salah satu metode yang mampu mengatasi masalah penurunan produksi ialah menggunakan EOR (Enhanced Oil Recovery) menggunakan jenis metode chemical EOR yaitu surfaktan, surfaktan mampu mengurangi interfal tension (IFT) dan mengubah wettability batun reservoir. Pada penelitian ini menggunakan jenis surfaktan anionic yang diharapkan mampu mengubah wettability batu pasir yang mengandung campuran clay kaolinite dan montmorillonite. Imbibisi spontan akan dilakukan dalam pengujian ini untuk menilai kemampuan dan kesuksesan untuk surfaktan dalam mendapatkan nilai index wettability. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa index wettability surfaktan AEC lebih besar (1,42) dibandingkan nilai index wettability yang dihasilkan dari surfaktan LABS (1,08). Hal ini menunjukkan bahwa surfaktan AEC lebih baik dalam mengubah wettability batuan sandstone yang mengandung campuran clay dibandingkan surfaktan LABS. jenis clay dan kosentrasi surfaktan mempengaruhi wettability batuan. Keberadaan montmorlonite cenderung membuat wettability batu pasir menjadi water dan clay kaolinite cenderung membuat wettability batu pasir menjadi oil wet. Kosentrasi surfaktan 1% menghasilkan IW yang lebih besar (1,42) dibandingkan surfaktan 2% dengan nilai (1,08) dalam mengubah wettability batuan menjadi water wet, bukan berati dengan menginjeksikan kosentrasi surfaktan yang tinggi menghasilkan nilai index wettability yang optimal.
No other version available