Text
ANALISIS PERBANDINGAN MECHANICAL SPECIFIC ENERGY DAN COST PER FOOT UNTUK PEMILIHAN MATA BOR PADA SUMUR PANAS BUMI
Penelitian ini menguji perbandingan Mechanical Specific Energy (MSE) dan Cost Per Foot (CpF) sebagai dasar pemilihan mata bor optimum pada sumur panas bumi. Formasi vulkanik keras, suhu > 250 °C, dan ROP rendah sering memperpanjang waktu pemboran sehingga biaya rig membengkak. MSE menilai efisiensi mekanis (semakin dekat ke UCS batuan semakin baik), sedangkan CpF menyatakan biaya per kedalaman yang sebenarnya (bit + rig + trip). Tujuan utama menghitung dan membandingkan MSE serta CpF untuk setiap bit run, menentukan bit dengan keseimbangan MSE minimum dan CpF terendah, menyusun operating window WOB RPM agar kedua indikator tetap pada wilayah optimum. Metodologi berbasis data sekunder dari sumur panas bumi lapangan “D” (interval 5000 - 8000 ft). Setelah resampling 30 s dan interpolasi UCS, MSE dihitung real time dengan persamaan Teale yang dimodifikasi. CpF dihitung dari biaya bit 2024, rig rate regional dan rotating hours. Analisis Pareto MSE vs CpF + TOPSIS (bobot 60 % teknis, 40 % biaya) menetapkan bit peringkat 1. Model Bourgoyne Young selanjutnya memetakan kontur ROP sambil membatasi MSE ? 1,2 × UCS untuk menghindari foundering. Kerangka MSE CpF ini dapat digunakan sebagai technical economic pre filter sebelum kajian biaya total atau NPV pada proyek panas bumi berikutnya.
No other version available