Text
ANALISA PENGARUH VARIASI KONSENTRASI SURFAKTAN, POLIMER, DAN SALINITAS AIR FORMASI TERHADAP PENINGKATAN RECOVERY FACTOR PADA SUMUR X LAPANGAN DAGANG OILFIELD
Penurunan produksi minyak pada lapangan mature menjadi tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan produksi hidrokarbon. Salah satu contohnya adalah Dagang Oilfield di China, yaitu reservoir batu pasir (sandstone) yang telah mengalami proses waterflooding dalam jangka panjang hingga mencapai kondisi ultra-high water cut. Kondisi tersebut menyebabkan masih terdapat minyak sisa yang terperangkap di dalam reservoir akibat rendahnya efisiensi penyapuan fluida, sehingga diperlukan penerapan metode Enhanced Oil Recovery (EOR). Salah satu metode yang berpotensi meningkatkan perolehan minyak adalah Chemical EOR melalui injeksi surfaktan–polimer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi surfaktan, konsentrasi polimer, dan salinitas air formasi terhadap peningkatan recovery factor serta menentukan kombinasi parameter injeksi yang paling optimal. Simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak Computer Modelling Group (CMG) pada model reservoir sandstone Dagang Oilfield dengan variasi konsentrasi surfaktan 0,1%, 0,3%, dan 0,5%; konsentrasi polimer 500 ppm, 1000 ppm, dan 1500 ppm; serta salinitas air formasi 5.000 ppm, 15.000 ppm, dan 30.000 ppm. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi surfaktan dan polimer memberikan pengaruh positif terhadap recovery factor, sedangkan peningkatan salinitas cenderung menurunkan kinerja injeksi surfaktan–polimer. Pada analisis sensitivitas, recovery factor tertinggi diperoleh pada konsentrasi surfaktan 0,5%, konsentrasi polimer 1500 ppm, dan salinitas 30.000 ppm. Evaluasi terhadap 27 kombinasi skenario menunjukkan bahwa kombinasi parameter tersebut merupakan kondisi optimum dengan recovery factor sebesar 58,72%, lebih tinggi dibandingkan skenario waterflooding yang menghasilkan recovery factor sebesar 38,42%, sehingga diperoleh incremental recovery sebesar 20,30%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Chemical EOR berupa injeksi surfaktan–polimer berpotensi meningkatkan efisiensi perolehan minyak pada reservoir sandstone mature dan dapat dijadikan dasar dalam perencanaan implementasi EOR di lapangan.
No other version available