Text
OPTIMASI INTERVAL PERFORASI DAN LAJU ALIR PRODUKSI AKTUAL UNTUK MEMINIMALKAN WATER CONING DAN PENENTUAN BATAS WAKTU TEMBUS AIR (WATER BREAKTHROUGH TIME) PADA SUMUR ZNC-1
Fenomena water coning atau pembentukan kerucut air merupakan salah satu kendala reservoir utama pada sumur dengan mekanisme pendorong air bawah (bottom water drive) yang dapat memicu terjadinya terobosan air (water breakthrough) prematur. Pada Sumur Vertikal ZNC-1 Lapangan ZNC, skenario base case eksisting memproduksikan minyak bumi dengan laju alir aktual sebesar 291,3 STB/D menggunakan panjang interval perforasi (hp) sebesar 16,404 ft (tingkat penetrasi 11% dari total ketebalan zona minyak Ho = 147,637 ft). Kondisi operasional eksisting tersebut mengakibatkan terobosan air cepat yang terjadi pada hari ke-361,3 dengan lonjakan nilai water cut mencapai 5,63%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi batas laju alir kritis aman reservoir (qc), merekayasa ulang dimensi panjang interval perforasi (hp) guna meminimalkan penarikan kerucut air, serta menentukan laju alir produksi aktual (q) yang optimum berdasarkan indikator perolehan akumulasi volume minyak bumi bersih puncak (Np) sebelum terobosan terjadi. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif analitis berbasis pemodelan matematika lembar kerja (mathematical spreadsheet modeling) menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dengan mengintegrasikan korelasi Bournazel & Jeanson (1971), Sobocinski & Cornelius (1965), dan Chierici-Ciucci (1964). Evaluasi dilakukan melalui analisis sensitivitas multi-skenario dengan memvariasikan ketebalan perforasi dari 16,404 ft hingga 75,000 ft (penetrasi 11% s.d. 51%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju alir produksi aktual eksisting (291,3 STB/D) telah melampaui laju alir kritis aman reservoirnya (qc = 167 STB/D). Skenario geometri perforasi baru terbaik diperoleh pada Skenario S-2 dengan hp = 45 ft (penetrasi 30% dari Ho) yang sukses memperluas area singkapan aliran, menurunkan hambatan aliran lokal (skin effect), serta memperpanjang ketahanan masa bebas air sumur secara signifikan menjadi 682,7 hingga 741,4 hari. Simulasi sensitivitas laju alir dinamis tingkat kedua pada hp = 45 ft merekomendasikan batas laju produksi minyak terkontrol sebesar 300 STB/D yang menghasilkan akumulasi volume minyak bumi bersih puncak sebelum terobosan (Np) tertinggi sebesar 192.120 STB hingga 209.610 STB.
No other version available