Text
Pengaruh Variasi Putaran Motor Pada Alat PLANETARY BALL MILL Terhadap Kehalusan Pasir Silika
Pasir silika merupakan salah satu material yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai industri, sehingga diperlukan proses penghalusan untuk memperoleh ukuran partikel yang sesuai dengan kebutuhan. Salah satu metode yang digunakan adalah proses grinding menggunakan planetary ball mill, di mana putaran motor menjadi parameter penting yang memengaruhi efektivitas proses penggilingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi putaran motor terhadap kehalusan pasir silika, menentukan putaran motor yang optimum untuk menghasilkan pasir silika paling halus, serta mengetahui pengaruh ukuran partikel terhadap karakteristik pellet silika. Penelitian dilakukan menggunakan planetary ball mill dengan variasi putaran motor 600 rpm, 800 rpm, dan 1000 rpm, menggunakan media penggiling berupa 15 bola zirkonia selama 120 menit Hasil penggilingan dianalisis menggunakan sieve analysis, sedangkan karakteristik material diamati melalui pengujian mikrostruktur, porositas, dan pembuatan pellet silika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan putaran motor memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kehalusan pasir silika. Pada putaran 600 rpm, massa partikel yang lolos ayakan mesh 200 sebesar 35,23 gram, meningkat menjadi 68,85 gram pada 800 rpm, dan mencapai 153,35 gram pada 1000 rpm. Sebaliknya, massa partikel yang tertahan pada mesh 80 menurun dari 168,35 gram pada 600 rpm menjadi 61,72 gram pada 1000 rpm. Hasil pengamatan mikrostruktur menunjukkan bahwa semakin tinggi putaran motor, ukuran partikel semakin kecil, distribusi partikel semakin merata, serta jumlah partikel kasar semakin berkurang akibat meningkatnya energi tumbukan dan gesekan selama proses grinding. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa variasi putaran motor berpengaruh nyata terhadap tingkat kehalusan pasir silika, dan putaran 1000 rpm merupakan kondisi optimum dalam penelitian ini karena menghasilkan distribusi partikel paling halus dengan dominasi fraksi mesh 200.
No other version available