Text
PERANCANGAN SISTEM PEMETAAN WILAYAH RAWAN BANJIR BERBASIS INTERNET OF THINGS MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
Banjir merupakan bencana yang sering menimbulkan gangguan aktivitas masyarakat, kerusakan infrastruktur, dan kerugian ekonomi. Pemantauan ketinggian air secara manual berpotensi menyebabkan keterlambatan informasi dan belum memberikan gambaran lokasi kejadian secara geografis. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pemetaan wilayah rawan banjir berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Sistem menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai pengendali utama, sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mengukur ketinggian permukaan air, modul GPS Neo-6M untuk memperoleh koordinat lokasi, dan buzzer sebagai peringatan dini. Data dikirim melalui jaringan internet menuju server, disimpan pada basis data, lalu ditampilkan pada website dalam bentuk nilai ketinggian air, status normal, waspada, atau bahaya, serta marker pada peta digital. Pengembangan sistem menggunakan metode prototype yang meliputi pengumpulan kebutuhan, pembangunan prototype, evaluasi, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil pengujian menunjukkan seluruh komponen dapat bekerja terintegrasi. Sensor HC-SR04 menghasilkan selisih pengukuran 0,0-0,1 cm dibandingkan penggaris, sedangkan GPS Neo6M mampu menghasilkan koordinat yang sangat dekat dengan Google Maps. Website berhasil menampilkan data monitoring dan lokasi titik pemantauan secara real-time. Sistem ini dapat membantu pengguna memperoleh informasi kondisi dan lokasi rawan banjir secara lebih cepat dan mudah dipahami.
No other version available