Text
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PREHEAT TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO SAMBUNGAN LAS ALUMINIUM 6061
Aluminium 6061 banyak digunakan pada industri konstruksi, otomotif, dan dirgantara karena memiliki kekuatan mekanik yang baik, ketahanan korosi, serta kemudahan proses fabrikasi dan pengelasan. Namun, pengelasan aluminium sering menghadapi kendala berupa porositas, retak dingin, dan distorsi akibat sifat konduktivitas panas yang tinggi. Preheat merupakan salah satu upaya untuk mengurangi gradien temperatur selama proses pengelasan sehingga cacat las dapat diminimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur preheat (tanpa perlakuan, 200°C, 225°C, dan 250°C) terhadap sifat mekanik dan struktur mikro sambungan las aluminium 6061 yang dilas menggunakan metode Gas Tungsten Arc Welding (GTAW). Pengujian yang dilakukan meliputi uji tarik mengacu pada standar ASTM E8, uji kekerasan Brinell, dan pengamatan struktur mikro pada daerah Base Metal (BM), Heat Affected Zone (HAZ), dan Weld Metal (WM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik meningkat dari 186,4 MPa (tanpa perlakuan) menjadi 187,04 MPa (200°C) dan mencapai nilai tertinggi 193,4 MPa pada 225°C, sebelum turun menjadi 175,7 MPa pada 250°C. Pola serupa terjadi pada kekuatan luluh (142,4 MPa, 154,73 MPa, 156,55 MPa, 140,0 MPa) dan kekerasan Brinell (362,4, 366,6, 368,8, 355,6), sedangkan elongasi menurun konsisten seiring kenaikan temperatur (19,2%, 16,53%, 11,6%, 8,34%). Pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa temperatur 225°C menghasilkan struktur paling homogen dengan porositas paling sedikit, sedangkan pada 250°C porositas meningkat dan homogenitas struktur menurun. Berdasarkan keseluruhan hasil pengujian, temperatur preheat 225°C terbukti menghasilkan kekuatan sambungan las terbaik pada aluminium 6061.
No other version available