Text
PEMETAAN TINGKAT KEKERINGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN (LP2B) BERBASIS NORMALIZED DIFFERENCE DROUGHT INDEX (NDDI) DAN STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DI KABUPATEN KAMPAR, PROVINSI RIAU
Kekeringan merupakan salah satu ancaman terhadap keberlanjutan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), terutama pada wilayah yang bergantung pada curah hujan dan kondisi vegetasi. Kabupaten Kampar memiliki kawasan LP2B yang perlu dipantau secara spasial untuk mengetahui tingkat tekanan kekeringan dan mendukung perlindungan lahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kekeringan di Kabupaten Kampar, termasuk pada kawasan LP2B, melalui integrasi Standardized Precipitation Index (SPI) dan Normalized Difference Drought Index (NDDI). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berbasis penginderaan jauh dan analisis spasial. Data yang digunakan meliputi citra Landsat-8 OLI, data curah hujan CHIRPS, batas administrasi, dan peta LP2B. SPI digunakan untuk menilai kekeringan meteorologis, sedangkan NDDI digunakan untuk menilai kekeringan vegetatif. Hasil kedua indeks kemudian dioverlay dan diclip dengan kawasan LP2B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2020 menjadi periode dengan kekeringan meteorologis paling kuat, dengan rata-rata SPI sebesar -1,02. Hasil NDDI menunjukkan bahwa kondisi vegetatif masih didominasi kelas normal, tetapi area kering vegetatif meningkat pada tahun 2025 menjadi 49.049,90 ha. Hasil overlay SPI dan NDDI menunjukkan bahwa tahun 2020 didominasi kelas sedang seluas 559.059,09 ha atau 54,02%, sedangkan tahun 2025 didominasi kelas rendah seluas 995.174,03 ha atau 96,17%. Pada kawasan LP2B tahun 2025, kelas rendah mendominasi seluas 3.403,51 ha atau 89,08%, sedangkan kelas sedang mencakup 415,89 ha atau 10,88%.
No other version available