Text
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Terhadap RDTR Kawasan Perkotaan dan Industri di Kota Dumai
Kota Dumai sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri dan simpul logistik di pesisir timur Sumatera mengalami perkembangan wilayah perkotaan dan industri yang sangat pesat. Akselerasi pembangunan dan alih fungsi lahan yang masif memicu tingginya tekanan terhadap pemanfaatan ruang, sehingga berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian pemanfaatan lahan serta konflik zonasi. Penelitian ini dirancang dengan dua tujuan utama, yakni mengidentifikasi dinamika pemanfaatan ruang terkini serta mengevaluasi tingkat kesesuaian aktivitas pemanfaatan tersebut terhadap ketentuan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan dan Industri Kota Dumai. Pendekatan yang diterapkan menggunakan metode campuran (mixed method) berjenis deskriptif evaluatif dengan model desain sekuensial eksplanatori (sequential explanatory design). Cakupan wilayah studi seluas 5.719,45 hektare ini meliputi lima kecamatan, yaitu Dumai Barat, Dumai Kota, Dumai Selatan, Dumai Timur, dan Sungai Sembilan. Selanjutnya, analisis spasial dijalankan melalui pemanfaatan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (ArcGIS) dengan menerapkan teknik tumpangsundut (overlay) antara peta penggunaan lahan eksisting dan peta rencana pola ruang RDTR. Hasil identifikasi pemanfaatan ruang terkini menunjukkan bahwa tutupan lahan di wilayah studi terbagi ke dalam 32 klasifikasi penggunaan lahan. Dari hasil analisis kesesuaian spasial (overlay), tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang dikelompokkan ke dalam tiga kriteria evaluasi, yaitu Sesuai, Sesuai Bersyarat, dan Tidak Sesuai. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dan masukan bagi Pemerintah Daerah Kota Dumai dalam perumusan strategi pengendalian ruang, evaluasi perizinan, serta penguatan efektivitas penerbitan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).
No other version available