Text
ANALISIS KUALITAS FISIKA-KIMIA AIRTANAH DANGKAL DAN INTRUSI AIR LAUT DI KELURAHAN TELUK BINJAI, KECAMATAN DUMAI TIMUR, KOTA DUMAI, PROVINSI RIAU
Air tanah merupakan salah satu sumber air bersih yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama di daerah pesisir. Namun, kualitas airtanah dangkal sangat rentan terhadap pencemaran serta pengaruh intrusi air laut. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Provinsi Riau yang secara geografis berada dekat dengan wilayah pesisir sehingga berpotensi mengalami intrusi air laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran dan arah aliran airtanah dangkal, mengetahui kualitas airtanah berdasarkan parameter fisika dan kimia, mengetahui kelayakan airtanah sebagai air bersih, serta menentukan tingkat intrusi air laut di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan sampel lapangan dan analisis laboratorium. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia dibandingkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.2 Tahun 2023 tentang standar mutu air bersih. Berdasarkan hasil penelitian, warna airtanah keruh (25%), kuning (43,75%), cokelat (18,75%), dan cokelat kemerahan (12,5%). Air tanah yang berbau (31,25%), dan airtanah tidak berbau (68,75). Air tanah yang tidak berasa (87,5%) dan air tanah berasa payau (12,5%). TDS airtanah 94 – 1959 mg/l. DHL airtanah 187 – 3918 µS/cm. Salinitas airtanah 0,11-2,05 ppt. Analisis parameter kimia airtanah didapatkan nilai pH airtanah 6,63 – 7,29. Cl- airtanah berkisar antara 109 – 1.030 mg/l. HCO3- airtanah 15,6 – 370 mg/l. Na+ airtanah 21,7-699 mg/l. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No.2 Tahun 2023 tentang kelayakan air bersih, dari semua hasil parameter fisik dan kimia, dapat dilihat bahwa semua sampel air tanah (100%) tidak memenuhi persyaratan kualitas air bersih sehingga air tanah dikategorikan tidak layak digunakan. Analisis tingkat intrusi air laut menunjukan bahwa 9 stasiun (56,25%) pengaruh air asin kecil, 1 stasiun (6,25%) pengaruh air asin sedang, 1 stasiun (6,25) pengaruh air asin cukup besar, 5 stasiun (31,25%) pengaruh air asin besar.
No other version available