Text
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Sebaran Banjir Pada Kawasan Rawan Banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Dumai Kota Dumai
Daerah Aliran Sungai (DAS) Dumai Kota Dumai merupakan kawasan pesisir dengan kondisi topografi relatif datar dan elevasi rendah sehingga rentan terhadap kejadian banjir. Permasalahan banjir di kawasan DAS Dumai dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain curah hujan, pasang surut air laut, penggunaan lahan, dan kondisi topografi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik banjir dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi sebaran banjir pada kawasan rawan banjir DAS Dumai Kota Dumai. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis hidrologi, analisis spasial menggunakan ArcGIS 10.8, serta pemodelan sebaran banjir menggunakan HEC-RAS 2D. Data yang digunakan terdiri atas data curah hujan maksimum tahunan periode 2005–2024, penggunaan lahan tahun 2000, 2015, dan 2023, data topografi, data kejadian banjir, serta data pasang surut air laut. Analisis hidrologi dilakukan melalui analisis frekuensi untuk menentukan distribusi curah hujan yang sesuai, perhitungan curah hujan rencana, intensitas curah hujan dengan metode Mononobe, dan debit rancangan menggunakan metode rasional. Selanjutnya, data debit, topografi, pasang surut, dan penggunaan lahan digunakan dalam pemodelan HEC-RAS 2D, sedangkan hasil pemodelan diolah secara spasial menggunakan ArcGIS untuk mengetahui pola dan luas sebaran banjir. Hasil penelitian menunjukkan distribusi Gumbel terpilih sebagai distribusi yang sesuai, dengan curah hujan rencana kala ulang 25 tahun sebesar 174,383 mm, intensitas 18,309 mm/jam selama 6 jam, dan debit rencana sebesar 48,32 m³/s. Luas kawasan terdampak banjir historis sebesar 2.614,710 ha dengan kedalaman 10–120 cm. Simulasi curah hujan dan pasang maksimum 3,9 m menghasilkan luas genangan 1.783,855 ha, sedangkan simulasi curah hujan dan penggunaan lahan tahun 2023 menghasilkan 2.155,086 ha. Hasil analisis menunjukkan curah hujan berperan dalam meningkatkan masukan air dan limpasan, pasang surut menghambat pembuangan air dari daratan, penggunaan lahan memengaruhi respons permukaan terhadap limpasan, sedangkan topografi menentukan arah pergerakan dan lokasi akumulasi air. Kata Kunci: DAS Dumai, banjir, curah hujan, pasang surut, penggunaan lahan, HEC-RAS 2D, ArcGIS.
No other version available