Text
Analisis Pengaruh Campuran Gipsum Dan Abu Tandan Sawit Terhadap Sifat Fisik Tanah Lempung Organik Sebagai Subgrade Jalan
Tanah lempung organik merupakan salah satu jenis tanah yang memiliki kandungan bahan organik tinggi, kadar air besar, dan daya dukung rendah sehingga kurang memenuhi persyaratan sebagai subgrade jalan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki karakteristik tanah tersebut adalah melalui stabilisasi menggunakan gipsum dan abu tandan sawit (ATS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gipsum sebagai substitusi serta penambahan abu tandan sawit yang sudah distabilisasi dengan gipsum terhadap sifat fisik tanah lempung organik sebagai subgrade jalan. Sampel tanah lempung organik ini direkayasa dengan cara menambahkan lempung yang ada dengan sebagian gambut sehingga mencapai lempung organik. Sampel tanah diambil pada kedalaman 1 meter. Sampel tanah dikeringkan dengan cara dijemur dengan sinar matahari secara langsung. Kemudian tanah diayak hingga lolos saringan no.4. Gipsum merupakan bahan substitusi berbentuk serbuk dengan ukuran relative kecil yang sudah melalui proses penggilingan bahan gipsim ini didapat dari toko bangunan. Abu tandan sawit merupakan salah satu limbah padat yang berasal dari sisa pembakaran tandan kelapa sawit yang sudah diolah dari buahnya. Abu tandan sawit didapatkan dari PT pabrik sawit yang berada di Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Variasi campuran gipsum yang digunakan sebesar 5%, 7%, dan 10%, Setelah didapat satu sampel yang memiliki kadar optimum, kemudian sampel tersebut dilakukan pencampuran Abu Tandan Sawit dengan variasi 5%, 7%, dan 10%. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kadar organik, uji kadar air, uji berat jenis, dan uji gradasi butiran tanah sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar organik tanah mengalami penurunan dari 43,11% pada tanah asli menjadi 31,85% setelah disubstitusikan dengan gipsum 5% dan ditambah ATS 10% dengan pemeraman 0 hari, sedangkan pada pemeraman 3 hari kadar organik tanah asli menurun dari 36,60% menjadi 31,72% setelah disubstitusikan dengan gipsum 5% dan ditambah ATS 10%. Pengujian berat jenis tanah asli memiliki nilai 1,832, Pada pengujian berat jenis tanah yang disubstitusikan dengan gipsum 10% memiliki nilai 1,881 dan pada pengujian berat jenis yang telah disubstitusikan dengan gipsum 5% dan ditambah ATS 10% memiliki nilai 1,922. Pengujian hasil gradasi butiran tanah asli, diperoleh rata – rata persentase tanah yang lolos saringan No. 200 (0,075 mm) sebesar 47,98%. Kadar air tanah sebesar 26,377% setelah pengeringan alami selama 7 hari dan menurun menjadi 3,026% setelah pengeringan oven. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan gipsum dan abu tandan sawit memberikan perubahan terhadap sifat fisik tanah lempung organik dan berpotensi digunakan sebagai alternatif bahan stabilisasi tanah untuk lapisan subgrade jalan.
No other version available