Text
PENGARUH VARIASI AIR PASANG LAUT TERHADAP PERUBAHAN MUKA AIR TANAH DI KAWASAN RAWAN BANJIR KOTA DUMAI
Banjir merupakan salah satu permasalahan hidrologis yang sering terjadi di Kota Dumai, khususnya pada kawasan pesisir dan dataran rendah. Kejadian banjir di wilayah tersebut tidak hanya berkaitan dengan curah hujan, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika pasang air laut dan kondisi muka air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola variasi air pasang laut, hubungan dan pengaruhnya terhadap perubahan muka air tanah, serta sebaran banjir yang dipengaruhi oleh pasang air laut di DAS Dumai. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengintegrasikan analisis hidrologi, analisis statistik, permodelan hidrodinamika, dan analisis spasial. Data pasang surut historis periode 2011–2025 digunakan untuk menganalisis pola variasi air pasang laut, sedangkan data primer berupa ketinggian muka air laut dan kedalaman muka air tanah diperoleh melalui pengukuran lapangan pada titik-titik pantau di kawasan rawan banjir. Hubungan antara ketinggian muka air laut, jarak titik pantau ke bibir pantai, dan kedalaman muka air tanah dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linier berganda dengan bantuan RStudio. Selanjutnya, data topografi DEMNAS digunakan dalam permodelan hidrodinamika menggunakan HEC-RAS 2D, sedangkan ArcGIS digunakan untuk memetakan sebaran serta ketinggian genangan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pasang surut di kawasan pesisir Kota Dumai bersifat periodik dengan tinggi rata-rata tahunan berkisar 1,7954–1,8025 m dan rata-rata keseluruhan sebesar 1,7982 m, sedangkan pasang tertinggi mencapai 3,50 m dan surut terendah berkisar 0,10–0,20 m. Pola pasang surut termasuk pasang harian ganda (semidiurnal tide) dengan karakteristik mesotidal. Hasil uji korelasi Pearson antara muka air laut dan kedalaman muka air tanah menghasilkan r = ?0,2036 dengan p-value = 0,3761, yang menunjukkan hubungan negatif sangat lemah dan tidak signifikan. Regresi linier berganda menghasilkan R² = 0,2327 (23,27%), dengan persamaan MAT = 1,8828 ? 0,1940 MAL ? 0,0004 JTPB. Dengan demikian, setiap kenaikan 1 m muka air laut secara model diproyeksikan berkaitan dengan penurunan kedalaman muka air tanah sebesar 0,1940 m, tetapi pengaruh muka air laut belum signifikan secara statistik. Hasil simulasi HEC-RAS 2D menunjukkan luas genangan akibat pasang air laut sebesar 1.724,762 Ha atau 10,10% dari luas DAS Dumai, dengan ketinggian genangan 0,1 m hingga lebih dari 2 m, yang didominasi kategori sedang (1–2 m) seluas 807,303 Ha, diikuti kategori rendah (0–1 m) sebesar 608,616 Ha dan kategori tinggi (>2 m) sebesar 308,843 Ha. Berdasarkan hasil tersebut, peta sebaran genangan direkomendasikan sebagai dasar penentuan prioritas mitigasi, terutama pada kawasan dengan genangan kategori sedang dan tinggi.
No other version available