Text
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGURANGI STIGMA SOSIAL SISWA/I DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 PEKANBARU
ABSTRAK PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGURANGI STIGMA SOSIAL SISWA/I DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 PEKANBARU VIVI NURCAHYANI 222410176 Penelitian ini dilatarbelakangi dengan masih ditemukannya perilaku stigma sosial di lingkungan sekolah yang ditandai dengan pemberian julukan, pelabelan negatif, dan candaan yang dilakukan secara berulang sehingga berdampak pada hubungan sosial peserta didik. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah untuk membentuk karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam mengurangi stigma sosial siswa di SMK Negeri 2 Pekanbaru serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan peran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwamemang masih ditemukan stigma sosial dalam bentuk verbal dan Guru Pendidikan Agama Islam berperan sebagai pendidik, motivator, teladan, fasilitator, dan pembimbing melalui pembelajaran, pembiasaan kegiatan keagamaan, pemberian motivasi, keteladanan, serta pembinaan terhadap peserta didik. Pelaksanaan peran tersebut didukung oleh kerja sama antarwarga sekolah dan program pembinaan karakter, sedangkan faktor penghambatnya meliputi pengaruh keluarga, teman sebaya, media sosial, keterbatasan waktu, dan banyaknya jumlah peserta didik. Dengan demikian, peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam mengurangi stigma sosial dilakukan melalui pembentukan karakter peserta didik dan pembinaan yang berkelanjutan, serta diperkuat oleh sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial. Disarankan agar pihak sekolah, Guru Pendidikan Agama Islam, orang tua, dan peserta didik terus meningkatkan kerja sama dalam pembinaan karakter, memperkuat komunikasi, serta menciptakan lingkungan sekolah yang saling menghargai dan menghindari pelabelan negatif terhadap peserta didik.
No other version available