Text
Analisis Pemasaran Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Pada Petani Swadaya di Desa Bono Tapung Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau.
ABSTRAK Zulfana Rizki (194210033) Analisis Pemasaran Tandan Buah Segar (Tbs) Kelapa Sawit Pada Petani Swadaya di Desa Bono Tapung Kecamatan Tandun Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Dibawah bimbingan Ibu Dr. Limetry Liana, S.P., M.Si. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan strategis yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat, khususnya petani sawit swadaya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik petani dan pedagang Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit swadaya, (2) menganalisis lembaga, saluran, serta fungsi pemasaran TBS, dan (3) menganalisis biaya, margin, keuntungan, efisiensi, dan farmer’s share dalam pemasaran TBS kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan metode survei yang dilaksanakan di Desa Bono Tapung, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau, selama enam bulan, yaitu Maret sampai September 2025. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan teknik simple random sampling, sedangkan pedagang ditentukan berdasarkan keterlibatan dalam saluran pemasaran. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan sekunder yang dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) petani sawit swadaya berjumlah 30 orang dengan rata-rata umur 50,13 tahun, lama pendidikan 8,80 tahun, jumlah tanggungan keluarga 2 orang, dan pengalaman berusahatani 19,27 tahun; (2) pemasaran TBS melibatkan petani, pedagang pengumpul, pedagang besar/RAM, dan pabrik kelapa sawit (PKS), dengan dua saluran pemasaran, yaitu petani–pedagang pengumpul–pedagang besar/RAM–PKS dan petani–pedagang besar/RAM–PKS; (3) pada Saluran I, pedagang pengumpul memperoleh margin Rp300/kg, biaya pemasaran sekitar Rp52/kg, dan keuntungan sekitar Rp248/kg, sedangkan pedagang besar/RAM memperoleh margin Rp110/kg, biaya sekitar Rp96/kg, dan keuntungan sekitar Rp14/kg. Total margin pemasaran sebesar Rp410/kg, total biaya sekitar Rp149/kg, dan total keuntungan sekitar Rp261/kg, dengan farmer’s share sebesar 86,38%. Pada Saluran II, petani menjual TBS kepada pedagang besar/RAM dengan harga Rp2.900/kg, kemudian dijual kepada PKS sebesar Rp3.010/kg. Margin pemasaran sebesar Rp110/kg, biaya sekitar Rp96/kg, keuntungan sekitar Rp14/kg, dan farmer’s share sebesar 96,3%.
No other version available