Text
Analisis Pemasaran Telur Ayam Ras Di Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat
Analisis Pemasaran telur ayam ras sangat diperlukan untuk mengetahui aliran produk, keuangan dan informasi dalam rangka memenuhi permintaan konsumen yang tersebar di wilayah Sumatera Barat, dengan demikian diharapkan produsen dapat lebih efektif dan efisien dalam memasarkan produksi telur ayam ras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pemasaran telur ayam ras di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, guna memastikan aliran produk, informasi, dan keuangan berjalan secara efektif dan efisien demi memenuhi kebutuhan pasar. Secara khusus, studi ini meneliti karakteristik pelaku usaha, mekanisme aliran pemasaran, fungsi pemasaran dan tingkat efisiensi distribusi yang terjadi di lapangan. Melalui metode survei terhadap 30 peternak, 4 pedagang pengumpul, dan 3 pedagang pengecer, ditemukan bahwa para pelaku pemasaran berada pada usia produktif dengan rata-rata 43 hingga 46 tahun. Mereka umumnya memiliki latar belakang pendidikan setingkat SMA dengan pengalaman usaha yang sangat matang, yakni berkisar antara 15 hingga 17 tahun. Dalam menjalankan usahanya, para pelaku ini rata-rata menanggung 3 hingga 4 anggota keluarga. Mekanisme pemasaran di wilayah ini, khususnya di Kecamatan Payakumbuh Utara dan Lamposi Tigo Nagori, melibatkan pelaku pemasaran yang terdiri dari peternak, pedagang pengumpul, pedagang pengecer, hingga konsumen akhir. Aliran produk bergerak dari produsen ke konsumen, sementara informasi pasar mengalir secara timbal balik melalui para pedagang. Berdasarkan analisis aspek ekonomi seperti biaya distribusi, margin, dan farmer's share, hasil penelitian menyimpulkan bahwa saluran pemasaran yang ada sudah tergolong efisien dan menguntungkan. Rantai distribusi telur ayam ras di Kota Payakumbuh terintegrasi antara peternak dan pedagang. Peternak berfokus pada produksi, sementara pedagang menjalankan fungsi pemasaran seperti transportasi, penyimpanan, dan grading untuk menjembatani produsen dengan konsumen, sehingga ketersediaan serta kualitas produk tetap terjaga. Meskipun demikian, Saluran I ditemukan memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan Saluran II.
No other version available