Text
Citra Perempuan Dalam Dongeng Danau Raja dan Putri Bunga Harum Karya Ahmad Ijazi H
ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan citra perempuan dalam dongeng Danau Raja dan Putri Bunga Harum karya Ahmad Ijazi H. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami representasi perempuan dalam sastra anak dan cerita rakyat sebagai media yang turut membentuk pandangan masyarakat terhadap perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data penelitian berupa teks dongeng Danau Raja dan Putri Bunga Harum karya Ahmad Ijazi H., sedangkan data penelitian berupa narasi dan dialog yang mengandung citra perempuan. Analisis data dilakukan melalui tahap membaca secara intensif, mengidentifikasi data, mengklasifikasikan data berdasarkan kategori citra perempuan, menginterpretasikan makna data, dan menarik simpulan. Penelitian ini menggunakan teori citra perempuan Sugihastuti yang membagi citra perempuan ke dalam citra diri dan citra sosial. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teori dengan membandingkan temuan penelitian dengan konsep kritik sastra feminis dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 31 data yang merepresentasikan citra perempuan. Data tersebut terdiri atas 21 data citra diri dan 10 data citra sosial. Citra diri meliputi citra fisik dan citra psikis. Citra fisik ditampilkan melalui penggambaran kecantikan, keanggunan, kesehatan tubuh, serta keistimewaan tokoh Putri Bunga Harum yang digambarkan memiliki aroma harum bunga. Citra psikis ditunjukkan melalui sifat cerdas, santun, lembut, penyayang, setia, berani, serta memiliki keteguhan hati dalam memperjuangkan keinginannya. Adapun citra sosial perempuan direpresentasikan melalui peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, seperti peran keibuan, kepedulian sosial, penghormatan terhadap perempuan, serta kedudukan perempuan sebagai bagian penting dalam struktur sosial kerajaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa citra psikis merupakan citra yang paling dominan sehingga perempuan dalam dongeng tidak hanya direpresentasikan melalui aspek fisik, tetapi juga melalui kualitas kepribadian dan peran sosial yang dimilikinya.
No other version available