Text
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGANAN ANAK KORBAN KEKERASAN DI KOTA PEKANBARU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Collaborative Governance dalam penanganan anak korban kekerasan di Kota Pekanbaru serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan enam informan yang terdiri dari DP3APM melalui UPT PPA, Dinas Sosial, Unit PPA Polresta Pekanbaru, psikolog UPT PPA, PATBM, dan akademisi. Analisis menggunakan teori Collaborative Governance Ansell dan Gash (2008), meliputi Starting Conditions, Facilitative Leadership, Institutional Design, Face to Face Dialogue, Trust Building, Commitment to Process, Shared Understanding, dan Intermediate Outcomes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi telah terlaksana melalui koordinasi, komunikasi, pembagian peran, serta keterlibatan berbagai aktor sesuai tugas dan kewenangannya. Kepercayaan, komitmen, dan kesepahaman bersama telah terbentuk serta menghasilkan peningkatan koordinasi dan pelayanan bagi anak korban kekerasan. Namun, kolaborasi belum optimal karena forum koordinasi belum rutin, keterlibatan aktor masih bergantung pada kebutuhan kasus, sumber daya belum merata, serta belum terdapat SOP atau MOU terpadu yang mengatur seluruh aktor. Dengan demikian, diperlukan penguatan koordinasi, integrasi mekanisme kerja, dan keterlibatan stakeholder secara berkelanjutan.
No other version available