Text
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA DI TK NEGERI 1 SINGKEP PESISIR
Kemampuan bahasa merupakan salah satu aspek perkembangan yang sangat penting pada anak usia dini karena berfungsi sebagai sarana komunikasi, interaksi sosial, serta mendukung perkembangan kemampuan berpikir anak. Berdasarkan hasil pengamatan awal di TK Negeri 1 Singkep Pesisir, kemampuan bahasa anak kelompok A usia 4–5 tahun masih belum berkembang secara optimal, yang ditunjukkan dengan keterbatasan kosakata, kurangnya keberanian dalam mengungkapkan pendapat, serta kesulitan anak dalam menceritakan kembali isi cerita yang telah didengar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan bahasa anak usia 4–5 tahun melalui penerapan metode bercerita dengan media boneka di TK Negeri 1 Singkep Pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok A usia 4–5 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan penilaian perkembangan kemampuan bahasa anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode bercerita dengan media boneka dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak. Pada siklus I anak yang mencapai kategori Berkembang Sangat Baik (BSB) sebanyak 20%, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 70%. Peningkatan tersebut terlihat dari bertambahnya kosakata anak, meningkatnya keberanian dalam berbicara, kemampuan memahami isi cerita, serta kemampuan menceritakan kembali cerita secara lebih runtut. Dengan demikian, metode bercerita dengan media boneka efektif digunakan sebagai salah satu strategi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia 4–5 tahun di TK Negeri 1 Singkep Pesisir.
No other version available