Text
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI KEGIATAN MERONCE PADA ANAK KELOMPOK B TK ISLAM YAA BUNAYYA KAMPUNG DAYUN KECAMATAN DAYUN
Motorik halus berkaitan dengan kemampuan anak dalam menggunakan otot-otot kecil, terutama pada jari tangan. Apabila kemampuan motorik halus anak tidak berkembang secara optimal, maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif dalam proses belajar. Anak akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas yang membutuhkan koordinasi tangan dan mata, seperti memegang alat tulis, menggunting, maupun menyusun benda. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan meronce pada anak kelompok B TK Islam Yaa Bunayya Kampung Dayun. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dengan subjek penelitian anak kelompok B. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan meronce. Pada tahap pra siklus, tingkat kemampuan motorik halus anak sebesar 43%. Pada siklus I, kegiatan meronce dilakukan dengan membuat kalung, yang melatih anak dalam menyusun manik-manik secara hati-hati serta mengembangkan koordinasi mata dan tangan. Hasilnya, kemampuan motorik halus anak meningkat menjadi 69%. Selanjutnya pada siklus II, kegiatan dikembangkan dengan meronce menggunakan bahan berbentuk buah-buahan yang lebih bervariasi dan menarik, sehingga meningkatkan minat, ketelitian, serta kreativitas anak. Pada siklus ini, kemampuan motorik halus anak kembali meningkat menjadi 81%. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan meronce, efektif dalam mengembangkan koordinasi mata dan tangan, ketelitian, konsentrasi, serta keterampilan motorik halus anak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Islam Yaa Bunayya Kampung Dayun.
No other version available