Text
Belas kasih terhadap diri sendiri dan kesejahteraan psikologis pada anggota kepolisian di wilayah Riau: Rasa syukur sebagai mediator dalam perspektif psikologi positif Islam
Petugas kepolisian mengalami tingkat stres kerja yang tinggi yang dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis mereka. Meskipun perhatian akademis terhadap kesejahteraan dalam profesi berisiko tinggi terus meningkat, peran mediasi rasa syukur dalam hubungan antara welas asih diri (self-compassion) dan kesejahteraan psikologis di kalangan petugas kepolisian—khususnya dalam kerangka psikologi positif Islam—masih belum banyak diteliti. Studi ini mengkaji peran mediasi tersebut pada personel kepolisian di Provinsi Riau, Indonesia. Desain survei kuantitatif cross-sectional digunakan dengan melibatkan 210 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen yang telah divalidasi: Self-Compassion Scale (Neff), skala rasa syukur, dan Psychological Well-Being Scale (Ryff), yang semuanya diukur menggunakan skala Likert lima poin. Validitas (*outer loadings* > 0,60; AVE ? 0,50) dan reliabilitas (Cronbach's ? ? 0,907; CR ? 0,928) telah dikonfirmasi. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS), dengan validitas diskriminan yang dikonfirmasi melalui nilai HTMT di bawah 0,90. Hasil penelitian menunjukkan bahwa welas asih diri secara signifikan memprediksi kesejahteraan psikologis (? = 0,487; p < 0,001) dan rasa syukur (? = 0,833; p < 0,001); rasa syukur secara signifikan memprediksi kesejahteraan psikologis (? = 0,434; p < 0,001); serta rasa syukur memediasi hubungan antara welas asih diri dan kesejahteraan (? = 0,362; p < 0,001), di mana model ini menjelaskan 77,9% varians dalam kesejahteraan (R² = 0,779). Studi ini memberikan kontribusi teoretis baru dengan mengintegrasikan secara empiris konsep Islam tentang syukur dengan konstruk Barat mengenai welas asih diri dan model kesejahteraan multidimensi Ryff dalam konteks penegakan hukum di masyarakat mayoritas Muslim. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi organisasi kepolisian, khususnya dalam mengembangkan intervensi kesehatan mental yang berlandaskan nilai budaya dan spiritual, yang memadukan pelatihan welas asih diri dengan praktik berbasis rasa syukur yang bersumber dari nilai-nilai Islam untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis petugas.
No other version available