Text
STRATEGI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI DALAM PENANGGULANGAN ABRASI DI KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI
Abrasi pantai adalah pengikisan dan hilangnya material pantai oleh gelombang, proses ini dapat menyebabkan garis pantai menyusut dan hilang. Fenomena ini dipengaruhi oleh faktor alam seperti iklim dan kenaikan muka air laut, serta aktivitas manusia seperti penambangan pasir. Dampak abrasi meliputi kerusakan infrastruktur, kehilangan habitat, dan gangguan mata pencaharian, terutama bagi nelayan. Abrasi pantai adalah proses pengikisan dan penghilangan material pantai (pasir, lempung, dll.) oleh kekuatan gelombang laut dan arus. Proses ini dapat menyebabkan garis pantai menyusut dan hilang. Gelombang laut yang menghantam pantai secara terus-menerus dan arus laut yang mengalir dapat mengikis dan membawa material pantai. Naiknya permukaan air laut dapat menyebabkan abrasi yang lebih parah, terutama di daerah pantai yang rendah. Aktivitas Manusia: Kegiatan penambangan pasir, pembangunan yang tidak tepat, dan perubahan lingkungan pantai dapat mempercepat abrasi. Abrasi dapat merusak hutan bakau, habitat flora dan fauna laut, serta mempengaruhi kualitas air. Abrasi dapat merusak jalan, jembatan, dan bangunan lain yang berada di dekat pantai. Abrasi dapat menyebabkan hilangnya lahan pertanian, perikanan, dan wisata, sehingga berdampak pada mata pencaharian penduduk sekitar.
No other version available