Text
PERAN STRATEGIS BADAN RISET DAN INOVASI DAERAH (BRIDA) DALAM PENENTUAN PRIORITAS RISET DAN REKOMENDASI PROGRAM RISET-INOVASI KABUPATEN PELALAWAN
Penelitian ini mengkaji peran strategis Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Pelalawan dalam penentuan prioritas riset serta penyusunan rekomendasi program riset-inovasi daerah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya dukungan anggaran, koordinasi lintas perangkat daerah, dan pemanfaatan hasil riset sebagai dasar kebijakan pembangunan berbasis bukti (evidence-based policy), meskipun kerangka regulasi mengenai kewenangan BRIDA telah tersusun secara komprehensif. Penelitian bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis pelaksanaan peran BRIDA, serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi belum optimalnya peran tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teori Peran Soerjono Soekanto sebagai grand theory, yang menganalisis pelaksanaan peran melalui tiga dimensi, yaitu peran aktif, peran partisipatif, dan peran pasif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive dari BRIDA, Bappeda, perangkat daerah teknis, dan perguruan tinggi di Kabupaten Pelalawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BRIDA telah menjalankan ketiga dimensi peran tersebut melalui penyusunan RIPJPID, pembinaan inovasi, koordinasi riset, serta pemberian rekomendasi kebijakan, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal. Ketidakoptimalan ini disebabkan oleh empat faktor utama, yaitu keterbatasan anggaran penelitian, keterbatasan sumber daya manusia fungsional peneliti, ego sektoral antarperangkat daerah, serta rendahnya pemanfaatan hasil riset dalam perumusan kebijakan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan anggaran, pemenuhan sumber daya manusia, penguatan regulasi koordinasi, dan peningkatan komitmen pemerintah daerah agar BRIDA dapat menjalankan fungsi koordinasi riset daerah secara lebih efektif dan terintegrasi.
No other version available