Text
Pola Penertiban Bagi Remaja Yang Terjaring Razia Warnet Oleh Satpol Pp Kota Pekanbaru (Studi Kasus Razia Warnet Oleh Satpol Pp Kota Pekanbaru Tahun 2019)
POLA PENERTIBAN BAGI REMAJA YANG TERJARING RAZIA WARNET OLEH SATPOL PP KOTA PEKANBARU (Studi Kasus Razia Warnet Oleh Satpol PP Kota Pekanbaru Tahun 2019) ABSTRAK NURUL FITRI HANDAYANI Kenakalan remaja merupakan gejala patologis sosial yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial. Akibatnya, mereka mengembangkan bentuk perilaku yang menyimpang, tidak hanya itu kenakalan remaja juga merupakan kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tidak dapat diterima secara sosial hingga terjadi tindakan kriminal. Pada masa remaja sering didapatkan adanya gangguan tingkah laku (conduct disorder) yang melanggar norma-norma sosial yang berlaku. Perbuatan yang dilakukan remaja tersebut menimbulkan gangguan - gangguan terhadap keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, misalnya pencurian, pembunuhan, penganiayaan, penipuan, penggelapan dan gelandangan serta perbuatan-perbuatan lain yang dilakukan oleh anak remaja yang meresahkan masyarakat. Oleh karena itu pemerintah membentuk Satuan Polisi Pamong Praja yang bertujuan membantu kepala daerah untuk menjaga ketentraman, ketertiban dan keteraturan. Seperti kasus remaja yang terjaring razia warnet oleh satpol PP Kota Pekanbaru, pada saat jam pelajaran sekolah sedang berlangsung. Berdasarkan pada kenyataan yang terjadi, maka penelitian ini bertujuan untuk mencari pola penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP kota Pekanbaru kepada remaja yang terjaring razia warnet. Penelitian ini dilakukan pada bulan februari sampai maret 2021. Tipe Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data utama dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara dan observasi di lapangan. Data yang terhimpun kemudian di analisis dengan teknik analisis data kualitatif. Informan dari penelitian ini adalah Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, petugas Satpol PP dan orang tua anak yang terjaring razia. Sedangkan key informannya adalah anak yang terjaring razia dan pemilik warnet. Dan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pola yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Pekanbaru yang pertama yaitu dengan melakukan sosialisasi ke sekolah, warnet dan tempat yang rentan terhadap remaja untuk melakukan kenakalan. Kemudian melakukan razia di tempat-tempat tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka pihak Satpol PP kota pekanbaru harus melakukan penertiban secara efektif, lalu sekolah membuat sistem pembelajaran yang menyenangkan bagi para murid, serta orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya dalam pergaulan maupun kegiatan anak saat diluar jam sekolah, agar anak-anak tidak lagi berada di warnet saat jam pelajaran berlangsung.
No other version available