Text
Makna Kembar Mayang Dalam Resepsi Pernikahan Adat Jawa Di Desa Garut Kecamatan Kandis Kabupaten Siak
Pada saat menggelar resepsi upacara pernikahan adat Jawa, terdapat adat atau budaya yang dilakukan secara turun temurun yaitu pembuatan kembar mayang. Kembar mayang adalah salah satu ritual dalam upacara pernikahan adat Jawa yang dilaksanakan sebelum upacara pernikahan berlangsung. Tradisi kembar mayang adalah tradisi yang sudah sejak lama dilakukan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, yang mana hal ini tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kelompok masyarakat jawa. Khususnya di daerah Desa Garut, Kecamatan Kandis Kabupaten Siak tradisi ini masih terjaga dan berlangsung hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Data dari penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber data guna menjawab permasalahan peneliti yaitu data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan model teori Interaksi Simbolik sebagai landasan dalam pembuatan skripsi ini. Informan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang sebagai pembuat kembar mayang. Hasil penelitian ini menjelaskan makna dari kembar mayang yaitu melambangkan mekar pada bunga pinang yang maknanya mengantarkan kedua pengantin pada kehidupan orang baru di dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini kembar mayang sebagai saksi peristiwa, penjaga dan penangkal bahaya. Kembar mayang selalu ditampilkan berpasangan. Maksudnya adalah diwujudkan dalam bentuk yang sama tetapi bukan dalam arti jantan dan betina. Kembar mayang selalu diletakan dalam jajaran kiri dan kanan karena melambangkan bahwa segala hal yang suci, jujur, dan baik diletakan disebelah kanan, sedangkan hal yang serba buruk, kebatilan dan kebohongan selalu di letakan sebelah kiri pasangan pengantin. Dengan demikian dalam kehidupan masyarakat suku jawa kembar mayang mempunyai makna filosofis yang mencerminkan hubungan manusia dengan lingkunganya.
No other version available