Text
Evaluasi Pelakasanaan Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Di Kecamatan Bangko Kabupaten Rokan Hilir
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENYEDIAAN AIR MINUM DAN SANITASI BERBASIS MASYARAKAT DI KECAMATAN BANGKO KABUPATEN ROKAN HILIR ABSTRAK Muhammad Nasruddin Masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan dan pinggiran kota termasuk kelompok yang rentan mengakses air minum dan sanitasi yang layak tersebut. Namun demikian, bagi daerah-daerah dengan wilayah pedesaan relatif luas, berpenduduk miskin relatif tinggi dan mempunyai kapasitas fiskal rendah, pada umumnya kemampuan mereka sangat terbatas, sehingga memerlukan dukungan finansial untuk membiayai investasi yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kemampuan pelayanannya kepada masyarakat, baik untuk investasi fisik dalam bentuk sarana dan prasarana, maupun investasi non-fisik yang terdiri dari manajemen, teknis dan pengembangan sumber daya manusia. Tidak hanya itu, belum optimalnya dukungan kebijakan anggaran dari Pemerintah Kepenghuluan bagi perluasan cakupan akses air minum dan sanitasi, khususnya di perkepenghuluanan yang dituangkan dalam dokumen perencanaan Kepenghuluan yakni RPJMDesa dan RKPDesa. Serta fasilitasi pemerintah daerah untuk melibatkan dunia usaha dan lembaga donor dalam pendanaan pembangunan air minum dan sanitasi. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai teknik untuk pengumpulan data dan wawancara langsung kepada informan seperti Kadis Perkim, Kabid kawasan permukiman teknik penyehatan lingkungan, Fasilitator lapangan kec. bangko, Camat Bangko, ketua KKM kampung baru, ketua KKM mekarjaya, ketua KKM sejahtera. Hasil penelitian menunjukkan Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat Di Kecamatan Bangko dengan sudah dilaksanakan dengan cukup baik hal ini terlihat dari beberapa indikator seperti Pertama efektivitas pelaksanaan Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat ini sudah cukup efektif karena membawa perubahan pada jenis air yang digunakan oleh masyarakat khususnya daerah pesisir. Kedua efisiensi dalam aspek efisiensi dari segi biaya masih terdapat kekurangan dan kekurangan tersebut didasari dari kapasitas masyarakat karena konsep dari air pamsimas ini adalah swakelola oleh masyarakat dan membutuhkan pembiayaan guna perawatan mesin dan sebagainya. Ketiga kecukupan, pada indikator kecukupan air yang didapatkan oleh beberapa KKM terasa kurang sampai kepada rumah masyarakat. Keempat Perataan, masih belum merata karena keterbatasan pipa jaringan air ke rumah yang masih kurang, dalam pendistribusian dari pembagian air, Kelima responsivitas sampai sejauh ini untuk pemanfaatan air setiap rumah sudah cukup terpenuhi Keenam ketepatan program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sasaran program ini sudah tercapai ini terbukti masyarakat yang sebelumnya tidak tersentuh air bersih
No other version available