Text
Analisis Usahatani Padi Sawah Di Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau
Angga Indra Kurniawan (204222019), Keragaan Sistem Agribisnis Padi Sawah Varietas Inpari 42 di Lahan Tadah Hujan di Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Dibawah Bimbingan Bapak Dr.Ir. Ujang Paman Ismail, M.Agr dan Ibu Dr. Ir. Marliati, M.Si, Produktivitas padi sawah di Kecamatan Kuala Cenaku masih rendah dibandingkan dengan produksi Nasional. Rendahnya produktivitas padi sawah di Kecamatan Kuala Cenaku disebabkan sistem agribinis belum berjalan secara optimal, sehingga perlu dianalisis mulai dari subsistem sarana produksi, subsistem usahatani, subsistem pengolahan (agroindustri), subsistem pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Karakteristik petani padi sawah, pelaku agroindustri, pedagang dan profil usahatani, (2) Subsistem Penyediaan sarana produksi, (3) Subsistem Usahatani, (4) Subsistem Agroindustri (pengolahan hasil), (5) Subsistem Pemasaran dan (6) Implikasi kebijakan. Metode Penelitian adalah metode Survey. Tempat penelitian di Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri Hulu. Penelitian dilakukan mulai bulan Februari sampai Juni 2022. Responden penelitian terdiri dari petani, pengusaha (Rice Milling) dan pedagang. Pengambilan sampel petani, dilakukan dengan menggunakan metode Multi Stage Sampling. Hasil penelitian menunjukkan Sistem Agribisnis padi sawah belum terintegrasi secara utuh dari hulu sampai ke hilir.1) Umur petani yang sudah tua, tingkat pendidikan petani yang rendah 2) Subsistem penyediaan sarana produksi untuk benih dalam segi waktu, harga dan jumlah yang belum tepat. sarana produksi pupuk dalam segi harga dan jumlah belum tepat. 3) Subsitem Rata-rata luas lahan petani 1,47 Ha, rata-rata penggunaan benih masih berlebih, penggunaan pupuk masih dibawah dosis yang dianjurkan. Penggunaan tenaga kerja berasal dari tenaga kerja luar keluarga (TKLK). Pendapatan bersih petani sebesar Rp 15.006.675 Ha/MT dengan Efisiensi RCR= 2,09 Ha/MT, yang berarti usahatani padi sawah di Kecamatan Kuala Cenaku layak untuk dikembangkan. 4) Subsistem Agroindustri (pengolahan hasil) ketersediaan bahan baku belum bisa memenuhi faktor input, modal yang di keluarkan pengusaha Rice Milling besar akibat pembelian bahan baku. 5) Subsistem pemasaran padi sawah di Kecamatan Kuala Cenaku memiliki alur pemasaran petani - Rice Milling - pedadang pengecer – konsumen dengan efesiensi pemasaran di dapatkan sebesar 15,85% dengan farmer’s Share 69,44%. Dari alur pemasaran padi sawah di Kecamatan Kuala Cenaku pengusaha Rice Milling mendapat keuntungan lebih besar dibandingkan petani dan pedagang (6). Implikasi kebijakan keragaan sistem agribisnis padi sawah di Kecamatan Kuala Cenaku masih belum diterapkan secara maksimal
No other version available