Text
Pengalaman Komunikasi Pasca Mengkonsumsi Quotes Islami Bagi Remaja Pelaku Self-Healing Di Instagram
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengalaman komunikasi pasca mengkonsumsi quotes islami bagi remaja pelaku self-healing. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan kualitatif dengan sejumlah informan yang mengkonsumi Quotes islami di Instagram dengan Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi Alfred Schutz dan teori Interaksi simbolik George Herber Mead. Hasil dari penelitian ini menunjukkan (1) Motif remaja pelaku self-healing mengkonsumsi quotes islami terbagi menjadi motif sebab, yaitu, merasa down, untuk menambah ilmu agama, kata dan makna yang bagus, relate dengan kehidupan. Sedangkan motif tujuan yaitu: memberikan motivasi, meningkatkan keimanan, memperbaiki diri. (2) Makna diri, penilaian informan sebelum mengkonsumsi quotes islami merasa malas, tidak ingin berinteraksi, overthinking, tidak percaya diri, sedih dan marah yang tidak dapat dikontrol. Sedangkan sesudah mengkonsumsi itu lebih semangat, ingin berinteraksi dengan orang lain, lebih percaya diri, lebih bersyukur, lebih tenang, dan dapat mengontrol emosi. (3) Interaksi simbolik (a) Pikiran (Mind), para informan sesudah mengkonsumsi quotes islami membuat mereka berpikir untuk lebih terbuka, mampu mengelola diri, dan dapat memperbaiki diri. (b) Diri (Self), para informan merasakan bahwa kutipan islami dapat membuat diri informan lebih tenang dan kata-kata dari kutipan islami ini sangat menyentuh. (c) Masyarakat (society), informan menyebutkan ingin berjumpa dengan orang lain, komunikasi lebih ter-arah dan tingkah laku informan berubah menjadi lebih baik.
No other version available