Text
Uji Konsentrasi Bap Dan Ekstrak Tauge Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jeruk Kasturi (Citrofortunella Microcarpa) Secara In-Vitro
Victim blaming adalah fenomena yang terjadi ketika seorang korban kejahatan atau tragedi tertentu diminta pertanggungjawaban terhadap apa yang terjadi pada mereka. Pada beberapa kasus pelecehan seksual, yang terjadi kerap kali korban justru disalahkan atas kejadian yang menimpanya. Hal tersebut disebut dengan victim blaming. Victim blaming biasanya terjadi dalam kasus pelecehan atau penyerangan seksual dan pemerkosaan, di mana korban sering dituduh mengundang serangan karena pakaian atau perilakunya. Hal ini yang terjadi pada korban L, P dan M. Yang mana mereka merupakan korban pelecehan seksual, tetapi mengalami victim blaming. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena victim blaming terhadap korban pelecehan seksual khususnya pada Korban L, P, Dan M, di Desa Tanah Merah, Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara terhadap key informan dan informan terkait. Teori yang digunakan dalam menjelaskan fenomena pada penelitian ini yaitu teori feminisme. Hasil penelitian ini yaitu fenomena victim blaming yang terjadi terhadap korban yakni berupa perilaku yang menyalahkan korban atas kejadian yang menimpanya. Berdasarkan wawancara, umumnya korban dipersalahkan karena pakaian yang digunakannya, dan juga karena keluar malam.
No other version available