Text
Implementasi Program Bantuan Langsung Tunai Didesai Tambusai Batang Dui Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis Tahun 2020
Permasalahan kemiskinan terus meningkat setiap tahunnya menjadi permasalahan hampir di seluruh daerah. Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai sebuah program untuk pengentasan kemiskinan masih memiliki banyak tantangan salah satunya mulai dari mekanisme pendistribusian yang baik benar kepada penerima manfaat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menjelaskan implementasi Program Bantuan Langsung Tunai di Desa Tambusai Batang Dui Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis Tahun 2020 beserta faktor penghambatnya. Metode penelitian ini kualitatif, dengan melakukan wawancara kepada informan terpilih dan hasilnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi Program BLT di Desa Tambusai Batang Dui Tahun 2020 masih kurang terlaksana karena masih banyak aspek yang perlu dibenahi. Dari segi komunikasi, perlu adanya edukasi dan sosialiasi oleh Kepala Desa kepada masyarakat penerima BLT dan juga masyarakat yang belum menerima BLT. Dari segi sumberdaya, dana yang diberikan relatif masih rendah sehingga dinilai belum mampu mengentaskan kemiskinan meskipun sifatnya sementara. Dari segi sikap pelaksana, ketua RT dan RW perlu meningkatkan kejujuran dalam mendata masyarakat yang berhak dan masyarakat yang tidak berhak, serta memvalidasi data masyarakat tersebut tidak boleh menerima bantuan lain sebelumnya agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan sosial. Dari segi struktur birokrasi, perlu adanya pengawasan lebih lanjut terkait pengawasan pendistribusian BLT di lapangan. Secara umum implementasi BLT tahun 2020 ini tidak membahas secara teknis terkait penggunaan dana tersebut oleh masyarakat. Artinya, saat pendistribusian BLT perlu adanya edukasi lebih lanjut bahwa tujuan program BLT ini sifatnya hanya sementara dan tidak boleh dipergunakan untuk keperluan konsumtif. 2) Faktor penghambat implementasi BLT di Desa Tambusai Batang Dui Tahun 2020 terdiri dari minimnya kualitas pendataan dan belum efisiennya jumlah dana yang diberi.
No other version available