Text
Analisis Penerapan Standar Operasional Prosedur (Sop) Manajemen Usahatani Perkebunan Petani Kelapa Sawit Di Kampung Pinang Sebatang Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak Provinsi Riau
Perkebunan kelapa sawit merupakan jenis usaha jangka panjang. Kelapa sawit yang
ditanam dapat dipanen setelah berumur 2 ‒3 tahun hingga tanaman ber umur 25
tahun. Banyak sedikit produksi yang hasilkan sangat dipengaruhi manajemen
usahatani kelapa sawit tersebut. Manajemen usahatani kelapa sawit yang baik
tentunya melalui penerapan SOP sejak awal investasi yang hingga tanaman akan
direplanting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik petani dan
profil usahatani Petani kelapa sawit dan menganalisis penerapan Standar
Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan Petani pada manajemen usahatani
kelapa sawit di kampung Pinang Sebatang Barat Kecamatan Tualang Kabupaten
Siak. Penelitian ini menggunakan metode survey, berlokasi di kampung Pinang
Sebatang Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Penentuan daerah penelitian
ini dilakukan secara sengaja (purposive) dan dilaksanakan selama 5 Bulan Maret
Sampai Juli 2021. Pengambilan sampel sebanyak 30 petani menggunakan sampel
acak sederhana (Simple Random Sampling) terhadap seluruh populasi petani kelapa
sawit swadaya diwilayah tersebut. Sumber data dari data primer dan data sekunder.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan
kualitatif karakteristik petani dan profil usahan serta uji varian/anova dan uji F
terhadap penerapan SOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani,
umur petani yang paling dominan adalah umur 36-40 tahun dengan jumlah 8 orang
(26,66%) sedangkan di tingkat pendidikan petani yang paling banyak adalah tingkat
SMA sebanyak 2 0 orang (66,67%) serta pengalaman berusahatani yang paling
lama berkisar 3-6 tahun sebanyak 11 orang (36,66%) dan jumlah tanggungan
keluarga yang paling banyak 12 orang (40,00%). Profil usahatani usaha
mandiri/pribadi dengan sumber modal berasal dari modal, pinjaman bank atau
koperasi serta dana dari pensiunan karyawan jumlah tenaga kerja yang di perlukan
menyewa tenagan kerja berdasarkan kesepakatan bersama di lihat dari produktivitas
dan kesulitan yang dihadapi. Hasil uji varian/anova menunjukkan bahwa penerapan
Standar Operasional Prosedur (SOP) Usahatani Kelapa Sawit pada petani di
Kecamatan Tualang Kabupaten Siak bahwa terdapat perbedaaan nilai ratarata/mean yang signifikan penerapan SOP antara petani. Analisis uji anova dan Uji
F dapat dinyakatan bahwa semua petani tidak menerapan SOP manajemen
usahatani kelapa sawit secara maksimal sebagaimana Standar yang telah ditetapkan
oleh Serikat Petani Kelapa Sawit Indonesia (SPKS) mulai identifikasi lahan,
legalitas lahan, persiapan lahan dan drainase, peembibitan, penanaman kacangan
/LCC, penanaman bibit, pemeliharaan, kastrasi dan penunasan, pemupukan,
pengendalian OPT dan hama penyakit, sensus pokok dan produksi, pemanenan dan
penjualan TBS, keselamatan dan kesehatan kerja.
No other version available