Text
Analisis Kinerja Usaha Peternakan Dan Pemasaran Lebah Madu Kelulut (Apis Trigona Sp) Pada Usaha Armeina Benhil Di Desa Benteng Hilir Kecamatan Mempura Kabupaten Siak
Lebah kelulut merupakan kelompok lebah madu yang bisa dibudidayakan. Madu kelulut memiliki prospek usaha yang baik dengan pangsa pasar yang luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) karakteristik pengusaha dan profil usaha madu kelulut, (2) kinerja usaha (teknik budidaya, biaya produksi, produksi, pendapatan, efisiensi usaha dan BEP madu kelulut), (3) pemasaran lebah madu kelulut (lembaga pemasaran, saluran pemasaran, fungsi pemasaran, biaya pemasaran, margin pemasaran, keuntungan pemasaran, farmer’s share, efisiensi pemasaran) di Desa Benteng Hilir Kecamatan Mempura Kabupaten Siak. Penentuan responden penelitian diambil secara sensus, jumlah respoden terdiri dari 1 orang pengusaha dan 5 orang pekerja. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) usia pengusaha 43 tahun, tingkat pendidikan S1, jumlah anggota keluarga 3 jiwa dan pengalaman usaha selama 6 tahun. Rata-rata umur pekerja 27 tahun, tingkat pendidikan SMA, tanggungan keluarga 2 jiwa dan pengalaman kerja 1,6 tahun. Bapak Joko Paryanto memulai usaha lebah madu kelulut pada Tahun 2016, kemudian pada Tahun 2017 bekerja sama dengan PT. BKTJ hingga saat ini (2022). Usaha ini dikategorikan dalam skala usaha kecil, modal usaha pribadi (Rp.139.000.000) dengan 5 orang pekerja. (2) Teknik budidaya lebah madu kelulut sudah sesuai dengan teori. Penggunaan biaya per proses produksi : biaya variabel Rp.6.235.000, biaya tetap Rp.666.666,67 dan total biaya Rp.6.901.666,67. Produksi madu kelulut 27 kg/periode produksi, pendapatan kotor Rp.12.150.000 dan pendapatan bersih Rp.5.248.333,33. Nilai RCR sebesar 1,76>1. BEP produk 15,34 kg < produksi (27 kg) dan BEP Rp.255.617,28/kg < harga jual (450.000/kg), maka usaha ini dikatakan menguntungkan. (3) Lembaga pemasaran madu kelulut yaitu pengusaha, pedagang pengumpul, pedagang pengecer dan konsumen. Terdapat 2 saluran pemasaran. Fungsi Pemasaran meliputi: fungsi penjualan, permodalan, informasi pasar (pengusaha, pedagang pengumpul dan pengecer), fungsi pembelian, penyimpanan dan pengangkutan (pedagang pengumpul dan pengecer). Total biaya pemasaran saluran I Rp.9.259,26/kg, saluran II Rp.20.500/kg. Margin saluran II, pedagang pengumpul Rp.20.000/kg dan pedagang pengecer Rp.30.000/kg. Keuntungan saluran pemasaran II, pedagang pengumpul Rp.4.000/kg dan pedagang pengecer Rp.18.700/kg. Farmer’s share pada saluran I < saluran II. Saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluran pemasaran I.
No other version available