Text
Pengaruh Rendaman Air Laut Terhadap Kuat Tekan Beton Pulih Mandiri (Self Healing Concrete) Menggunakan Vege Grout
Self Healing Concrete SHC adalah bakteri yang mampu mengubah nutrisi organik sehingga terjadi pengendapan kalsium saat retak dan rapat menutup celah-celah retakan pada beton, cara kerja bakteri sebagai agen self healing concrete pada beton dapat terjadi apabila beton mengalami kerusakan berupa crack atau retak, secara perlahan enkapsulasi bakteri tersebut akan mengisi bagian retak dengan cara menumbuhkan endospora yang dirangsang atau dibantu juga pertumbuhannya oleh oksigen O2 dan air H2O. Hanya saja kemampuan perbaikan mandiri beton dengan memanfaatkan enkapsulasi bakteri ini hanya dapat menutupi keretakan yang dialami oleh beton kisaran 3-5 mm saja. Self healing concrete menggunakan kemampuan mikroba yang bertujuan untuk pengendapan CaCO3 (kalsium karbonat). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Islam Riau. Penulis melakukan pemeriksaan material, mix design, pembuatan benda uji (kubus), perawatan beton dan pengujian kuat tekan. Benda uji beton sebanyak 27 sampel dimana 3 beton normal, 12 beton dengan retakan dan 12 beton tanpa retakan, dengan ukuran cetakan beton adalah 15cm x 15cm x 15cm, Pengadukan pertama dengan beton normal tanpa vege grout, pengadukan kedua dengan variasi 3%, 5%, 7%, 9% berjumlah 12 sampel menggantikan berat semen untuk di uji menggunakan mesin kuat tekan beton pada umur perawatan 28 hari. pengadukan ketiga dengan variasi 3%, 5%, 7%, 9% berjumlah 12 sample menggantikan berat semen untuk diretakkan menggunakan palu setelah umur perawatan 28 hari, setelah itu sampel yang diretakkan dilakukan pemulihan selama 28 hari, kemudian sample di uji tekan, Untuk perendaman menggunakan air laut. Nilai kuat tekan beton pada perawatan 28 hari menggunakan rendaman air laut dan campuran vege grout variasi 0% adalah 31,690 Mpa, variasi campuran 3% adalah 42,851 Mpa, variasi campuran 5% adalah 34,514 Mpa, variasi campuran 7% adalah 34,261 Mpa, dan variasi campuran 9% adalah 30,819 Mpa, dimana variasi campuran 3% memperoleh nilai kuat tekan yang paling tinggi. Untuk beton setelah diretakkan tetap sama, dimana angka tertinggi terdapat pada beton dengan variasi campuran 3% yaitu 33,227 Mpa dan mengalami penurunan terhadap variasi 5%, 7% , 9% dengan nilai masing masing 26,207 Mpa, 25,786 Mpa, dan 25,280 Mpa. Setelah melihat secara visual retakan pada beton, perubahan yang terjadi tidak begitu signifikan, hanya terjadi pengapuran di permukaan beton namun retakan pada beton tidak bisa pulih seperti yang diharapkan, hanya jenis retakan kurang dari 1mm saja yang dapat dipulihkan. Kata Kunci : Beton, Beton Pulih Mandiri, Limbah sayuran, Air Laut, Uji Tekan
No other version available