Text
Reduplikasi Bahasa Melayu Riau Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu
Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan masyarakat sebagai alat komunikasi. Setiap bahasa memiliki keistimewaan dan ciri khas bahasa daerah yang berbeda-beda. Proses pengulangan atau reduplikasi merupakan proses morfologi yang banyak terjadi pada bahasa-bahasa di dunia. Fakta yang ditemukan oleh peneliti dalam penggunaan bahasa Melayu Riau Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu adalah terdapatnya pengulangan kata yang tertentu dilihat dari berbagai segi seperti bentuk dan makna reduplikasi bahasa Melayu. Permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Bentuk Reduplikasi yang terdapat dalam Bahasa Melayu Riau Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu? dan Bagaimanakah Makna Reduplikasi yang terdapat dalam Bahasa Melayu Riau Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu?. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan, menganalisis, dan menyimpulkan bentuk dan makna Reduplikasi Bahasa Melayu Riau Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah (Ramlan, 2009) tentang penggolongan reduplikasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Hasil dari penelitian ini bahwa bentuk reduplikasi yang terdapat dalam Bahasa Melayu Riau Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida Kabupaten Indragiri Hulu terdapat 71 data yang diantara nya Reduplikasi Seluruh 37 data, Reduplikasi Sebagian 28 data, Reduplikasi yang berkombinasi dengan pembubuhan afiks 2 data dan Reduplikasi dengan perubahan fonem 4 data. Sedangkan Makna Reduplikasi yaitu Menyatakan makna “banyak” ditemukan sebanyak 10 data misalnya: [sedae-sedae], [bagha?-bagha?], Menyatakan makna ‘tak bersyarat’ ditemukan sebanyak 4 data misalnya: [ujan-ujan], [koci?-koci?], Menyatakan makna ‘perbuatan pada bentuk dasar dilakukan berulang-ulang ditemukan sebanyak 7 data misalnya: [me?omas-?omas], [menguwut-nguwut], Menyatakan makna ‘perbuatan pada bentuk dasarnya dilakukan dengan enaknya, santainya, atau dengan senangnya’ ditemukan sebanyak 3 data misalnya: [mema?ai-ma?ai], [menceloteh-celoteh], Menyatakan makna ‘perbuatan pada bentuk dasar dilakukan oleh dua pihak saling mengenai ditemukan sebanyak 1 data yaitu [bemusi?-musi?], Menyatakan makna ‘hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan pada bentuk dasarnya’ ditemukan sebanyak 1 data yaitu [bemasa?-masa?an], Menyatakan makna ‘intensitas perasaan’ ditemukan sebanyak 2 data misalnya: [leta?-leta?], [meada?-ada?].
No other version available