Text
Disfemisme Dalam Akun Instagram @Kompascom
Untuk mendapatkan informasi dengan mudah dapat dilakukan dengan mengakses berita secara online melalui portal berita online di media sosial seperti instagram. Salah satu portal berita online di Indonesia yakni akun instagram @kompascom. Akan tetapi tanpa disadari penulisan teks berita di media sosial terdapat penggunaan disfemisme atau kata dengan makna yang kasar. Sumber keterbacaan masyarakat berpengaruh terhadap pola kebahasaannya. Penelitian ini membahas disfemisme dalam akun instagram @kompascom. Disfemisme ialah mengganti kata yang harusnya bermakna netral atau halus menjadi kata dengan makna yang kasar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, mendeskripsikan, serta menanalisis penggunaan disfemisme secara mendalam mengenai nilai rasa disfemisme dan makna disfemisme dalam akun instagram @kompascom edisi 1-31 Januari 2021. Teori yang digunakan adalah teori Fiiarum dan Savitri (2018) dan Abdul Chaer (2009). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah analisis isi atau content analysis. Penelitian ini menggunakan pedekatan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini ialah teks berita dalam akun instagram @kompascom edisi 1-31 Januari 2021. Teknik pengumpulan data penelitian ini ialah teknik dokumentasi dan teknik catat. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan cheaking the raebility dan cheaking the validity. Data yang telah ditemukan kemudian diklasifikasikan berdasarkan pada kategori sesuai dengan teori yang digunakan. Hasil penelitian yang diperoleh yakni 22 data. Berdasarkan nilai rasa disfemisme terbagi menjadi nilai rasa menjijikkan, nilai rasa mengerikan, nilai rasa menyeramkan, nilai rasa memalukan serta nilai rasa menakutkan. Berdasarkan makna disfemisme terbagi menjadi 2 yakni makna denotatif dan makna konotatif. Penggunaan disfemisme dalam akun @kompascom ini terdapat lebih banyak nilai rasa menakutkan penggambaran negatif agar terlihat buruk terhadap suatu objek atau peristiwa dan lebih banyak menggunakan makna denotatif penggambaran makna sesuai pada kenyataannya. Dalam penelitian ini ditemukan nilai rasa disfemisme berjumlah 22 data, 3 data nilai rasa menjijikkan, 9 data nilai rasa mengerikan, 3 data nilai rasa menyeramkan, 4 data nilai rasa memalukan dan 3 data nilai rasa menakutkan. Bentuk makna disfemisme yang terdapat dalam penelitian ini ialah makna disfemisme denotatif sebanyak 20 data dan makna konotatif 2 data.
No other version available