Text
Pengembangan Instrumen Penilaian Tes Tertulis Pada Materi Membaca Pemahaman (Teks Cerita Rakyat) Di Man 1 Pekanbaru
Penelitian berjudul "Pengembangan Instrumen Penilaian Tes Tertulis pada Materi Membaca Pemahaman Teks Cerita Rakyat di MAN 1 Pekanbaru". Rumusan Masalah Bagaimanakah proses pengembangan instrumen penilaian tes tertulis pada materi membaca pemahaman teks cerita rakyat di MAN 1 Pekanbaru dan Bagaimanakah hasil validitas dan reliabilitas instrumen penilaian tes tertulis pada materi membaca pemahaman teks cerita rakyat di MAN 1 Pekanbaru?. Tujuan untuk mengetahui proses pengembangan instrumen penilaian tes tertulis pada materi membaca pemahaman teks cerita rakyat di MAN 1 Pekanbaru yang ditinjau dari literal, interpretasi, kritis, dan aplikasi dan untuk mengetahui hasil validitas dan reliabilitas instrumen penilaian tes tertulis pada materi membaca pemahaman teks cerita rakyat di MAN 1 Pekanbaru. Jenis Penelitian merupakan penelitian research and development (R&D) atau penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk penilaian yang digunakan untuk menilai tugas tes tertulis membaca pemahaman peserta didik yang memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Pengembangan instrumen menggunakan model penelitian dan pengembangan Sugiyono yang dimodifikasi menjadi 8 langkah. Sumber data penelitian adalah pendidik mata pelajaran bahasa Indonesia di MAN I Pekanbaru dan peserta didik kelas X IPA 1 dan IPA 2. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik tes dan teknik non tes (wawancara, analisis dokumen, angket). Hasil penelitian dikatakan bahwa tahap pengembangan instrumen penilaian tes tertulis pada materi membaca pemahaman teks cerita rakyat dimulai dari: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba, (7) revisi produk, dan (8) produk akhir. Sedangkan hasil validitas butir soal peserta didik yang berjumlah 30 soal dapat diketahui bahwa terdapat 2 butir soal yang tidak dapat digunakan atau dibuang. Hal ini menunjukkan bahwa butir soal nomor 8 pada membaca pemahaman literal dan butir soal nomor 19 pada membaca pemahaman interpretasi tidak valid. Sementara 28 soal lainnya dapat digunakan atau dinyatakan valid pada instrumen penilaian tes tertulis membaca pemahaman teks cerita rakyat. Sedangkan reliabilitas instrumen penilaian tes tertulis membaca pemahaman menunjukkan bahwa, (1) Jenis membaca pemahaman literal memiliki tingkat koefisien korelasi sangat tinggi dengan rata-rata sebesar 0,842, (2) Jenis membaca pemahaman interpretasi memiliki korelasi sangat tinggi dengan rata-rata 0,834, (3) jenis membaca pemahaman kritis memiliki koefisien korelasi tinggi dengan rata-rata 0,677, (4) dan jenis membaca pemahaman aplikasi memperoleh rata-rata sebesar 0,716 dengan koefisien korelasi tinggi. Sehingga dapat diketahui bahwa peserta didik memiliki kemampuan yang baik dalam mengerjakan soal-soal pada materi membaca pemahaman teks cerita rakyat.
No other version available