Text
Implementasi Musik Untuk Anak Autis Melalui Terapi Snoezelen di Pusat Layanan Autis Pekanbaru Provinsi Riau
Di Pusat Layanan Autis Provinsi Riau anak autis mendapatkan terapi untuk membantu mendapatkan ketenangan dalam psikis, salah satu terapi yang digunakan adalah terapi musik dalam terapi snoezelen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Musik Untuk Anak Autis Melalui Terapi Snoezelen di Pusat Layanan Autis Pekanbaru Provinsi Riau. Teori yang digunakan pada penelitian implementasi teori Usman (2002) yaitu implementasi bermuara pada aktivitas, aksi, tindakan, atau adanya mekanisme suatu sistem. Singh (2004) stimulasi multi-indera yang disediakan di ruang snoezelen semakin banyak digunakan untuk individu dengan keterbelakangan mental dan penyakit mental untuk memfasilitasi relaksasi, memberikan kesenangan, dan menghambat tantangan perilaku. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang mana peneliti mengamati menjelaskan dan mendeskripsikan hasil temuan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak autis di lembaga Pusat Layanan Autis, Riau. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa musik berpengaruh untuk anak autis. Musik merubah perhatian, persepsi, dan memori serta mempengaruhi anak autis terhadap 1)Penglihatan dalam mekanisme efek cahaya dan musik dapat dibuat terlihat agar anak autis tidak dibuat menyerah pada daya tarik untuk mengeksplorasi diri sendiri, 2)Pendengaran melalui komunikasi emosi anak autis dalam musik memberikan kesempatan untuk berekspresi tanpa kata-kata saat tidak dapat diungkapkan secara verbal, 3)Sensor peraba anak autis belum sepenuhnya berkembang dan harus distimuli melalui terapi musik anak cenderung menari, mengetuk dengan ketukan kuat dari ritme musik, 4)Penciuman terdapat dalam konsistensi dalam respon musik dan aromaterapi yang secara relatif memberikan lingkungan yang menenangkan.
No other version available