Text
Tari Terih Bermandi Safar di SANGGAR Seni WANSENDARI Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau
Penelitian yang dilaksanakan ini, bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai Tari Terih Bermandi Safar di sanggar seni Wansendari kota Batam provinsi Kepulauan Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif analisis. Sumber data yang diperoleh yaitu dari data primer dan data sekunder. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek peneltitan ini sebanyak 7 orang diantaranya 2 pendiri sanggar, 3 penari, dan 2 pemusik. Dari hasil penelitian Tari Terih Bermandi Safar merupakan tari yang di produksi oleh sanggar seni Wansendari pada tahun 2017, yang menceritakan tentang prosesi tradisi mandi safar pada masyarakat di Kampung Terih Nongsa, Kota Batam. Tari ini memiliki 4 ragam gerak prosesi tradisi mandi safar. Alat musik yang digunakan Nafiri, biola, accordion, maracas, vocal, darbuka, tamborin, gambus, gendang Melayu, gendang silat, gong. Tari ini memiliki 45 pola lantai dengan 5 penari laki-laki dan 5 penari perempuan. Tata busana yang digunakan Tari Terih Bermandi Safar adalah busana pakaian Melayu yang sudah dimodifikasi. Accesories yang digunakan adalah Bross, anting, dan bunga berwarna merah dan kuning, Tata rias yang digunakan pada Tari Terih Bermandi Safar adalah tata rias cantik dan tata rias gagah. Properti yang digunakan adalah dulang dan bambu panjang yang diikat dengan kain. Ruang pentas yang digunakan adalah panggung prosenium. Dinamika yang digunakan Tari Terih Bermandi Safar adalah dengan pergantian gerak level yaitu level rendah, level sedang dan hingga ke level tinggi, lalu dengan perubahan volume gerak besar, sedang, hingga kecil, serta perubahan tempo musik iringan dari lambat, sedang, hingga kecepat. Tata cahaya pada awal tarian berwarna putih pada awal tarian lalu lampu menjadi gelap, merah, dan kuning. Dilanjutkan dengan cahaya lampu menjadi terang hingga tarian berakhir.
No other version available