Text
Pengembangan Modul Tanaman Obat Tradisonal Pasca Bersalin (Purpureum) pada Masyarakat Melayu di Kecamatan Seberida Sebagai Bahan Ajar pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas x SMA
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul ramuan obat tradisional pasca bersalin pada masyarakat melayu di Kecamatan Seberida sebagai bahan ajar pada materi keanekaragaman hayati untuk kelas X SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan Model Plomp 2013, model ini tersusun dari atas 3 fase yaitu : Penelitian Pendahuluan (preliminary research), Fase Pengembangan atau Prototipe (prototyping phase), dan Fase Penilaian (assessment phase), namun dibatasi sampai tahap pengembangan atau prototipe. Subjek dalam penelitian ini adalah sebanyak 15 orang peserta didik dari masing-masing sekolah dengan total 45 peserta didik sedangkan subjek dari dalam pengambilan data tanaman obat tradisional ini adalah bidan kampung. Hasil penelitian pada tahap jenis tanaman obat tradisional masyarakat melayu pasca bersalin di Kecamatan Seberida ini terdapat 16 tanaman obat tradisional yang dijadikan ramuan obat ibu pasca bersalin. Hasil penelitian pengembangan modul menunjukkan bahwa kualitas kevalidan modul bahan ajar berdasarkan hasil validasi dari ahli materi masuk dalam kategori sangat valid dengan rata-rata 92,01 % (sangat valid), hasil validasi ahli pembelajaran masuk dalam kategori sangat valid dengat rata-rata 87,5 (sangat valid), hasil validasi ahli media masuk dalam kategori sangat valid dengan rata- rata 89,58 (sangat valid), dan validasi oleh tiga orang guru biologi mendapatkan rata-rata persentase 98,88 % (sangat valid) dan hasil uji coba pada peserta didik mendapatkan rata-rata 94,27 % (sangat baik), berdasarkan beberapa kategori tersebut, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan sudah sangat valid dan dapat digunakan sebagai bahan ajar yang dapat membantu proses pembelajaran peserta didik.
No other version available