Text
Aufemisme Dalam Acara Mata Najwa di Trans7
Eufemisme merupakan bentuk penggunaan gaya bahasa yang dipakai untuk memperhalus kata-kata yang dirasa kasar atau tidak pantas diucapkan maupun didengarkan oleh orang lain. Hal ini dilakukan agar komunikasi satu sama lain tetap berjalan lancar, contohnya seperti diskusi, debat dan lain sebagainya. Eufemisme sering kita jumpai penggunaan eufemisme dalam diskusi acara Mata Najwa di Trans 7 yang dipakai untuk mempelancar kegiatan tersebut. Rumusan masalah ini yaitu, bagaimana bentuk-bentuk penggunaan Gaya bahasa eufemisme dalam acara Mata Najwa di Trans 7? Dengan tujuan penelitian mendeskripsikan, menganalisis, menginterprestasikan dan menyimpulkan penggunaan gaya bahasa eufemisme dalam acara Mata Najwa di Trans 7. Teori yang digunakan yakni teori Sutarman (2017) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif untuk menjabarkan apa adanya berdasarkan fakta. Hasil penelitian ini menemukan 95 data penggunaan eufemisme dalam acara Mata Najwa di trans 7. Berdasarkan bentuk-bentuk penggunaan eufemisme yang diteliti yakni: bentuk singkatan ditemukan sebanyak 31 data, bentuk serapan ditemukan sebanyak 15 data, bentuk istilah asing ditemukan sebanyak 12 data, bentuk metafora ditemukan sebanyak 16 data, dan bentuk perifrasis ditemukan sebanyak 11 data. Bentuk yang dominan digunakan dalam acara Mata Najwa yakni bentuk singkatan, hal ini terjadi karena bentuk tersebut sering diucapkan secara berulang-ulang. Sedangkan bentuk yang minim digunakan yakni perifrasis, bentuk tersebut minim digunakan karena tidak semua orang mampu tidak semua orang mampu mengungkapkan kembali makna suatu teks secara tertulis maupun lisan dengan mempergunakan kata-kata atau kalimat yang lebih panjang dari teks aslinya untuk melembutkan atau menyamarkan kata.
No other version available