Text
Kemampuan Siswa Kelas VII dalam Menyimak Teks Cerita Fantasi Mts Iklasiyah Rokan Hilir Tahun Ajaran 2022/2023
Penelitian ini dilatar belakangi kemampuan siswa Kelas VII dalam menyimak teks cerita fantasi menemukan unsur-unsur instrinsik dari dongeng yang dibaca dan diperdengarkan di MTs Ikhlasiyah Rokan Hilir. Kurikulum 2013 mencantumkan pembelajaran berbasis teks. Artinya peserta didik dituntut untuk mampu memproduksi sebuah teks melalui kemampuan menulis dan menyimak. Dari berbagai macam jenis teks tersebut salah satunya adalah teks cerita fantasi. Cerita fantasi adalah bentuk cerita khayalan atau fantasi pengarang yang tidak terjadi didunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan menyimak siswa kelas VII menemukan unsur-unsur instrinsik dari dongeng yang diperdengarkan di MTs Ikhlasiyah dari teks cerita fantasi yang dibaca dan diperdengarkan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu semua populasi digunakan sebagai sampel dan dikenal juga istilah sensus. Semua populasi dijadikan sampel dalam penelitian yaitu sebanyak 32 orang siswa kelas VII MTs Ikhlasiyah Rokan Hilir. Teknik analisis data yang peneliti lakukan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut memeriksa hasil tes. Hasil jawaban dari pertanyaan pilihan objektif hanya satu jawaban benar. Setiap jawaban benar memperoleh nilai 1 dan jumlah jawaban benar dijumlahkan dan dibagi dengan jumlah seluruh soal (20), kemudian dikali seratus, maka diperoleh nilai kemampuan siswa mengindentifikasi unsur intrinsik setiap individu siswa. Hasil temuan penelitian ini, diproleh kesimpulan bahwa keterampilan menyimak cerpen siswa kelas VII di MTs Ikhlasiyah Rokan Hilir berada pada kategori cukup yaitu dengan persentase 60,20%. Rata-rata tertinggi kemampuan menyimak siswa berdasarkan unsur-unsur intrinsik teks cerita fantasi yaitu pada unsur tokoh/penokohan dengan nilai rata-rata sebesar 71,48, dan yang tertinggi kedua yaitu unsur latar dengan nilai rata-rata sebesar 70,31. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa keterampilan menyimaknya berada pada kategori cukup, atau sedang dan didapatkan kategori menyimak siswa terendah terutama pada unsur intrinsik gaya bahasa dengan nilai rata-rata sebesar 23,44.
No other version available