Text
Gap Analysis untuk Mengukur Kesenjangan antara Konsep dan Hasil Implementasi City Branding Kota Pekanbaru
Kota memiliki peran yang sangat penting, oleh karena itu perlu dilakukannya perencanaan kota agar terciptanya lingkungan yang mampu mengakomodasikan aktivitas penduduknya agar peran tersebut dapat terpenuhi. Pemasaran dan perencanaan kota memiliki hubungan yang saling membutuhkan, yaitu pemasaran kota dapat membantu mewujudkan impian rencana daerah, begitu juga sebaliknya hasil dari implementasi rencana kota dapat dipasarkan dengan melakukan upaya pemasaran kota. Salah satu bentuk pemasaran kota adalah pemberian citra terhadap kota (city branding). Kota Pekanbaru sudah memiliki branding saat ini yaitu “Pekanbaru Smart City Madani”. Namun implementasinya di lapangan belum optimal. Untuk itu dilakukanlah penelitian dengan menggunakan metode gap analysis untuk mengukur kesenjangan antara konsep dengan implementasinya. Gap analysis digunakan untuk menentukan langkah-langkah apa yang perlu diambil untuk berpindah dari kondisi saat ini ke kondisi yang diinginkan atau keadaan masa depan yang diinginkan. Banyak orang menyebutnya menjadi analisa kebutuhan dan gap, penilaian kebutuhan atau analisis kebutuhan saja. Gap analysis dapat juga diartikan sebagai perbandingan kinerja aktual dengan kinerja potensial atau yang diharapkan. Masih kurangnya penggunaan atau pemanfaatan sistem dan aplikasi yang ada karena pemahaman masyarakat yang kurang.
No other version available