Text
Studi Sentivitas Fracture Half Length Effective Permability dan Fracture Width pada Hydraulic Fracturing Menggunakan x- Gradient Boosting Algorithm
Implementasi dari Hydraulic fracturing dilakukan dengan cara memperbesar nilai permeabilitas pada shale gas yang memiliki range nilai yang rendah. Parameter yang diuji pada penelitian ini diantaranya Pad Volume, Fracture Propant Concentration ,Injecton Rate, Fluid Volume, dan Fracture Width. Dari kelima parameter diatas dilakukan generate menggunakan FRACCADE 7.0 dan didapati hasil berupa nilai Half Length, Effective Permeability dan Fracture width yang kemudian akan dianalisa menggunakan CMOST dan Machine Learning. Penelitian menggunakan X – Gradient Boosting menyatakan bahwasanya Half Length merupakan parameter yang paling berpengaruh dalam hydraulic fracturing dengan tingkat importance sebesar 2.995416, lebih besar dari Effective Permeability sebesar 1.879223 dan fracture width sebesar 0.414047 kemudian ditampilkan hasil predictive modelling dengan 3 variasi ratio perbandingan training dan testing data berupa ratio Training (0.7) : Testing (0.3) dengan nilai R2 senilai 0.852, MAE 0.00 dan MSE 20.03, Training (0.8) : Testing (0.2) dengan nilai R2 senilai 0.999, MAE 0.00 dan MSE 9.05, ratio Training (0.9) : Testing (0.1) dengan nilai R2 senilai 0.718, MAE 0.00 dan MSE 9.05. dari hasil training dan testing data tersebut dapat disimpulkan bahwasanya scenatio dengan ratio Training (0.8) : Testing (0.2 merupakan predictive model dengan ratio terbaik dengan half length merupakan parameter paling sensitive dibandingkan dengan effective permeability dan fracture width.
No other version available