Text
Seleksi Polimer Sintetik ZL, Cm dan yt Untuk Perolehan Minyak terhadap Lanjut Skala Laboratium
Produksi minyak dari reservoir secara alami akan berkurang atau bahkan tidak berproduksi sama sekali. Jika hanya mengandalkan cara produksi primer (primary recovery), kemungkinan masih banyak sisa minyak di reservoir, untuk itu diperlukan cara produksi tahap lanjut untuk mengalirkan sisa minyak di reservoir. Enhanced oil recovery (EOR) adalah sebuah cara untuk memperoleh minyak dengan menginjeksikan bahan yang biasanya tidak ada di reservoir untuk meningkatkan oil recovery yakni berupa chemical injection seperti polimer. Polimer diklasifikasikan menjadi dua yaitu polimer alami dan sintetis. Penelitian ini berfokus pada polimer sintetis. Polimer sintetis secara luas diklasifikasikan menjadi degradable dan nondegradable berdasarkan reaktivitas kimia. Tujuan penelitian ini untuk Meng-screening polimer pada berbagai konsentrasi dan salinitas air formasi dalam skala laboratorium. Penelitian ini dilakukan menggunakan tiga polimer sintetis serta sifat yang diuji yaitu viskositas, kompatibilitas, shear rate, dan thermal stability. Hasil dari pengujian tersebut diperoleh, polimer sintetik tidak menggumpal pada suhu 60°C, 70°C, dan 80°C. Pada saat yang sama, uji viskositas meningkat dengan seiring peningkatan konsentrasi polimer. Konsentrasi polimer 15000 memiliki nilai viskositas tertinggi yaitu 26,3 cP. Pengaruh uji shear rate dari RPM 300 ke 600 menyebabkan apparent viscosity dari polimer menurun karena rantai polimer menurun akibat gesekan yang cukup besar, serta penurunan nilai viskositas pada uji thermal stability cukup stabil.
No other version available