Text
Penentuan Nilai Prekuensi Alam Struktur Pelat Lantai Jembatan Lengkung Menggunakan Metode OperasionalModal Analisis (Oma)
Jembatan lengkung yang ada di Universitas Islam Riau merupakan satu- satunya akses menuju fakultas Ilmu Komunikasi, yang apabila jembatan tersebut mengalami kerusakan maka kegiatan di fakultas Ilmu Komunikasi akan sangat terhambat. Agar dapat mencegah timbulnya kerusakan dini maka dalam penelitian ini dilakukan kajian untuk mendapatkan nilai frekuensi alami struktur pelat lantai jembatan lengkung tersebut. Menentukan kerusakan struktur secara dini jelas merupakan hal yang sangat penting karena dapat dilakukan tindakan perbaikan agar tidak berbahaya dikemudian hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Operational Modal Analysis (OMA). Operational Modal Analysis (OMA) atau disebut juga Ambient vibration test adalah metode untuk memperkirakan karakter dinamis struktur (frekuansi alami, mode shapes, dan damping ratio) berdasarkan getaran yang dihasilkan dari kondisi operational struktur itu sendiri, seperti getaran dari operasi mesin, angin, dan lain lain. Teknik ini hanya output yang di ukur untuk kemudian di gunakan dalam analisis. Perekaman data penelitian menggunakan sensor accelerometer dengan delapan titik pengukuran pada pelat lantai jembatan. Data hasil perekaman tersebut diolah dengan menggunakan software sensor connect. Data yang akan didapat yaitu berupa respon percepatan struktur dalam domain waktu. Respon dalam domain waktu tersebut kemudian ditranformasi agar menjadi domain frekuensi dengan metode Fast Fourier Transform (FFT). Berdasarkan analisa data yang dilakukan disimpulkan bahwa frekuensi alami dari jembatan yaitu berkisar 6 sampai 7 Hz, yang menunjukkan bahwa jembatan lengkung UIR memenuhi nilai frekuensi alami jembatan berdasarkan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI 1725:2016).
No other version available