Text
Penggunaan Bakteri Bacillus Subtilis Sebagai Agn Beton Self Healing Concrete untuk Kemampuan Beton Normal
Beton merupakan campuran antara semen Portland atau semen hidrolik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air atau tanpa bahan tambah yang membentuk massa padat. Dengan bertambahnya umur, beton akan semakin mengeras dan mencapai kekuatan rencana pada usia 28 hari. Seiring dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi, beton dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya menjadi lebih baik sehingga dibuat beton mutu tinggi yang mempunyai kemampuan lebih dari beton normal. Beton mempunyai peranan yang sangat penting karena hampir setiap bangunan yang didirikan membutuhkan pekerjaan beton. Pada umumnya bahan penyusun beton terdiri dari semen, agregat dan air yang menyebabkan terjadinya ikatan kimia yang kuat antara bahan-bahan tersebut berdasarkan (SNI-03-2847-2002). Metode Penelitian ini menggunakan metode Self healing Concrete atau beton pulih mandiri. Penelitian ini menggunakan sampel silinder berjumlah 15 sampel. Metode ini dilakukan dengan cara menambahkan bakteri Bacillus Subtilis yang telah dilakukan pengolahan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau. Persentase yang digunakan adalah 10 % dari berat semen. Hasil dibuat dalam bentuk nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan pengujian Scanning Electronic Microscope (SEM) setiap tahapan akan dilampirkan pada dokumentasi pengamatan retakan. Dari hasil penelitian, Penggunaan bakteri Bacillus Subtilis sebagai agen beton Self healing Concrete untuk kemampuan beton normal hasil kuat tekan beton umur 28 hari beton normal tanpa bakteri Bacillus Subtilis memiliki nilai rata-rata 20,38 Mpa, Pada beton dengan penambahan bakteri Bacillus Subtilis memiliki rata-rata 13,28 Mpa, dan pada beton dengan penambahan bakteri Bacillus Subtilis setelah di retakkan memiliki nilai rata-rata sebesar 18,40 Mpa.
No other version available