Text
Perkembangan Silek Bungo di Desa Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar
PERKEMBANGAN SILEK BUNGO DI DESA LIPATKAIN KECAMATAN KAMPAR KIRI KABUPATEN KAMPAR Prisilia Yuwirana, Muslim Program Studi Pendidikan Sendratasik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau Abstrak Silek bungo berasal dari Pagaruyung Sumatera Barat, dan menyebar hingga ke wilayah Kabupaten Kampar, termasuk di Desa Lipatkain. Silek bungo yang ada di Desa Lipatkain berbeda dengan daerah-daerah lainnya, karena adanya penambahan pada langkah dasarnya, yakni dari 8 langkah menjadi 13 langkah. Selain itu, terdapat perbedaan kostum dan iringan musik silat tersebut dalam perkembangannya. Oleh karena itu perlu diteliti lebih lanjut, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan perkembangan Silek Bungo di Desa Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan Silek Bungo di Desa Lipatkain Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar mengalami beberapa perubahan pada unsur geraknya, kostum yang digunakan pesilat, dan musik pengiringnya. Pada periode pertama (tahun 1940-1960) tidak ada perkembangan ragam gerak, kostum, dan musik pengiringnya. Pada periode kedua (tahun 1960-1980) terjadi penambahan lima ragam gerak dari delapan gerak Silek Bungo sehingga terdapat tiga belas gerak pada periode kedua. Sedangkan pada periode ketiga (tahun 1980-sekarang) tidak ada perubahan dan penamabahan ragam gerak, tetapi terjadi penetapan kostum berupa pakaian Melayu berwarna hitam, adanya penggunaan sarung sebagai songket, dan ada peci berwarna hitam. Kemudian juga terjadi perubahan musik pengiring dari calempong oguang menjadi gondang oguong, yaitu berupa penambahan alat musik tamborin dan kompang. Sedangkan unsur silat berupa kineme, modus dan sabung dalam Silek Bungo Desa Lipatkain terdiri atas tiga belas kineme, lima modus, dan enam bentuk sabung.
No other version available