Text
Analisis Kelayakan Pengembangan Usaha Kerajinan Rotan Di Kecamatan Rumbai Provinsi Riau
Industri kerajinan rotan merupakan salah satu industri kecil yang berkembang di Provinsi Riau. Pusat industri kerajinan rotan di Kota Pekanbaru secara spesifik yaitu terletak di sepanjang Jalan Yos Sudarso Kecamatan Rumbai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) karakteristik pengusaha dan profil usaha; (2) kalayakan non finansial (aspek pasar, teknis, hukum, manajemen, organisasi, sosial, dan lingkungan); (3) kelayakan finansial usaha kerajinan rotan di Kecamatan Rumbai. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei. Sampel dipilih secara sengaja (purposive) sebanyak 3 orang pemgusaha. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik pengusaha menunjukkan bahwa rata-rata umur 48,67 tahun (produktif), lama pendidikan 13,33 tahun (setara Perguruan Tinggi), pengalaman usaha 18,00 tahun (lama), dan tanggungan keluarga 4 orang (tinggi). Profil usaha menunjukkan bahwa usaha kerajinan rotan tergolong usaha berskala mikro. (2) 2.Proses produksi kerajinan rotan terdiri dari 6 tahap yaitu pengukuran dan pemotongan, pembengkokan, perakitan, penganyaman, finishing, dan pewarnaan. Faktor produksi yang digunakan terdiri dari lahan dengan sewa Rp 3.000.000 – Rp 6.000.0000/tahun, rotan getah sebanyak 2.683 potong, rotan saga sebanyak 767 kg/tahun, rotan manau sebanyak 501 meter/tahun, dan rotan pitrit sebanyak 757 kg. Biaya produksi yang dikeluarkan yaitu senilai Rp 141.260.556/tahun, penerimaan senilai Rp 196.936.667/tahun, dan keuntungan senilai Rp 55.676.111/tahun. Efisiensi usaha (RCR) diperoleh sebesar 1,35 (> 1), artinya efisien dan menguntungkan. Pemasaran usaha kerajinan rotan sebagian besar dilakukan oleh pengusaha yang merangkap sebagai pengrajin ke konsumen secara langsung. (3) Hingga akhir umur proyek (10 tahun) usaha kerajinan rotan membutuhkan total biaya investasi senilai Rp 60.233.011 dan biaya operasional senilai Rp 1.705.442.121, sementara itu manfaat (benefit) yang diperoleh Rp. Rp 2.353.491.446 dan net benefit (manfaat bersih) adalah Rp 587.816.315. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi menunjukkan bahwa NPV diperoleh Rp. 366.788.636 (> 0), IRR sebesar 106,45% (> 8,25%), Net B/C sebesar 11,18 (> 1) dan payback period 0,95 tahun (< 10 tahun), artinya layak untuk diusahakan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa dengan adanya peningkatan harga bahan baku rotan dan penurunan produksi masing-masing sebesar 20% masih menujukkan bahwa usaha tersebut layak dijalankan. Hasil analisis Hamdi’s Method menunjukkan bahwa usaha tersebut layak, dengan nilai GVM Rp 294.929.789 dan GI sebesar 1,20.
No other version available