Text
Analisis Ketahan Pangan Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Provinsi Riu
Ketahanan pangan adalah kondisi tercapainya pola makan individu
nasional, dengan ketersediaan pangan yang cukup, baik kuantitas maupun
kualitas, aman, beragam, bergizi, adil, dan terjangkau. Ketahanan pangan terdiri
dari tiga aspek yaitu (1) ketersediaan yaitu tersedianya pangan yang cukup baik
jumlah maupun mutunya; (2) akses yaitu terjangkaunya pangan atau memiliki
sumber daya untuk mendapatkan pangan dan; (3) pemanfaatan yaitu penggunaan
yang tepat berdasarkan pengetahuan gizi dasar. Ketiga aspek tersebut digunakan
sebagai tolak ukur pencapaian ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis: 1) ketersediaan pangan di Kecamatan Pangkalan Kerinci, 2) akses
pangan di Kecamatan Pangkalan Kerinci, 3) pemanfaatan pangan di Kecamatan
Pangkalan Kerinci, 4) Indeks gabungan ketahanan pangan pada tingkat
Desa/Kelurahan di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Penelitian ini dilaksanakan
selama enam bulan yaitu dari bulan Mei-November 2022. Data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah data sekunder tahun 2020 sebagai basis analisis karena
data tahun terbaru kurang lengkap atau tidak tersedia. Penelitian ini menggunakan
metode studi kepustakaan. Analisis data yang dilakukan dengan menganalisis
ketersediaan pangan, akses pangan, pemanfaatan pangan dan indeks gabungan
ketahanan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi ketahanan
pangan dari aspek ketersediaan pangan berada pada status tahan pangan dengan
indeks sebesar 0,19. Kondisi ketahanan pangan dari aspek akses pangan,
Kecamatan Pangkalan Kerinci berada pada status sangat rawan pangan dengan
nilai indeks gabungan akses pangan sebesar 1,01. Kondisi ketahanan pangan dari
aspek pemanfaatan pangan, Kecamatan Pangkalan Kerinci berada pada status
sangat rawan pangan dengan nilai indeks gabungan pemanfaatan pangan sebesar
1,54. Kondisi pangan Kecamatan Pangkalan Kerinci pada tahun 2020 berdasarkan
analisis indeks gabungan dari ketiga aspek ketahanan pangan yaitu ketersediaan
pangan, akses pangan dan pemanfaatan pangan yang digunakan berada pada
kondisi relatif atau status ketahanan pangan sangat rawan pangan dengan nilai
indeks gabungan sebesar 2,75. Desa/kelurahan Rantau Baru memiliki nilai indeks
gabungan terbesar yaitu sebesar 7,21 dan desa/kelurahan Pangkalan Kerinci Kota
memiliki nilai indeks terkecil yaitu sebesar 0,01.
No other version available