Text
Pengaruh Pemberian Minyak Cumi dengan Dosis Berbeda Cacing Sutera (Tubifex sp) Terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Benih Ikan Baung (Hemibagrus Nemurus)
dibawah bimbingan Bapak Ir.
T. Iskandar Johan, M.Si. Penelitian ini dilaksanakan selama 21 hari pada bulan
November 2022 di Laboratorium Balai Benih Ikan (BBI) Fakultas Pertanian
Universitas Islam Riau Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh pemberian minyak cumi dengan dosis berbeda pada cacing sutera
(tubifex sp) terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan benih ikan baung (H.
nemurus). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan 5 perlakuan 3 ulangan, yaitu perlakuan P0 = tanpa minyak cumi, P1 =
minyak cumi dengan dosis 0,4 ml, P2 = dosis 0,8 ml, P3 = dosis 1,2 ml dan P4 =
dosis 1,6 ml. Ikan baung yang digunakan adalah benih yang berumur 10 hari
setelah kuning telur habis. Benih diperoleh dari UPR milik Rambe di Simpang
Tiga, Kec. Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kelulushidupan tertinggi diperoleh pada perlakuan P3 sebesar 93,33% dan
terendah pada P4 sebesar 85,33%. Pertumbuhan berat mutlak tertinggi perlakuan
P3 sebesar 0,63 gr dan terendah 0,27 gr. Pertumbuhan panjang mutlak tertinggi
pada perlakuan P3 sebesar 2,53 cm dan terendah 0,70 cm. Laju pertumbuhan berat
harian tertinggi perlakuan P3 sebesar 3,02% dan terendah 1,27%. Parameter
kualitas air yaitu suhu 27-30oC, pH 6,29-7,50, Oksigen terlarut 5,4-7,4 mg/L dan
Ammonia 0,13-1,99 mg/L.
No other version available